Pengamat: Diskon Tiket Pesawat Harus Dibarengi Kebijakan Fiskal Bagi Maskapai

Jakarta, airmagz.com – Pemerintah telah menurunkan biaya tiket maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) sebesar 50% dari tarif batas atas pada hari dan jam tertentu, merupakan bentuk apresiasi bagi masyarakat.

Direktur Arista Indonesia Aviation Centre (AIAC) Arista Atmadjati menilai kebijakan pemberian diskon 50% untuk tarif penerbangan LCC pada hari dan jam tertentu harus dibarengi dengan merealisasikan pemberian insentif bagi maskapai penerbangan, di antaranya insentif fiskal.

“Pemerintahh kan mau ngasih pembebasan pajak untuk spareparts, biaya perawatan, Airnav , kalau maskapai berkorban turun, pemerintah juga eksekusi tax-tax itu. Jangan hanya menekan maskapai, lama-lama maskapai ya gak kuat dan gak fair juga,” kata Arista dalam keterangannya, Jumat (12/7).

Dia menambahkan potongan harga itu bisa berlaku efektif mengingat saat ini sudah masuk periode low season (sepi) sampai dengan akhir November 2019. Namun demikian, dia berharap pemerintah pemerintah merealisasikan pemberian insentif bagi maskapai penerbangan, di antaranya insentif fiskal.

Arista juga menilai kebjakan penurunan tarif bagi penumpang maskapai LCC perlu diterapkan karena pengguna layanan segmen tersebut mencapai 60% dari total pengguna pesawat di Tanah Air. Penurunan tarif juga diperlukan karena jasa penerbangan maskapai berbiaya murah terkait erat dengan industri lain, seperti perhotelan, pariwisata, dan oleh-oleh.

Sejauh ini sudah ada sejumlah maskapai yang bersiap menerapkan potongan harga 50%. Maskapai itu diantaranya, Citilink Indonesia dan Lion Air dengan total 208 penerbangan dengan jumlah kursi sebanyak 11.626 kursi per hari mulai Kamis (11/7). Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari keputusan pemerintah dalam menyediakan penerbangan domestik murah pada hari dan jam tertentu. (IRM)

Share :
You might also like