Unjuk Kekuatan, Rusia Kirim Ratusan Pesawat Tempur ke Crimea

Jakarta, airmagz.com – Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengirim lebih dari 100 pesawat tempur dan helikopter militer ke Crimea untuk mengikuti latihan militer. Latihan militer tersebut, yang diyakini bertujuan untuk ajang memamerkan kekuatan angkatan bersenjata Rusia, akan dimulai pada 6 Agustus dan ditampilkan pada layar besar.

“Lebih dari 100 pesawat terbang dan helikopter dari Angkatan Udara dan Pasukan Pertahanan Rudal ke-4 dari Distrik Militer Selatan akan terlibat dalam latihan bilateral yang dijadwalkan,” kata agen pers Rusia, TASS, dikutip Express.co.uk.

Latihan militer akan berlangsung dalam dua bagian, dengan yang pertama akan diselenggarakan dari Crimea hingga Laut Kaspia. Armada udara itu akan bertujuan untuk menangkis serangan musuh di Crimea sebelum dievakuasi ke lapangan udara yang ditunjuk di Rusia Selatan.

Pesawat Rusia akan melancarkan serangan terhadap musuh tiruan di Crimea, serta beberapa target di Rusia Selatan, serta di Laut Hitam dan Laut Kaspia. Rusia telah menjadi sasaran kritik masyarakat internasional sejak mencaplok wilayah Crimea pada 2014 setelah deposisi Presiden Ukraina Viktor Yanukovych, yang pro-Putin.

Sejak itu Rusia telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur semenanjung dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak dukungan dari masyarakatnya. Dan yang lebih membuat khawatir Washington, yakni dengan membangun gudang militernya di wilayah yang dicaplok itu.

Latihan militer juga digelar dalam persiapan menghadapi rudal jelajah, seperti rudal Tomahawk milik AS, di mana jet Rusia akan berlatih menangkal serangan rudal tiruan. Ini bukan kali pertama bagi Rusia menunjukkan kemampuan angkatan udaranya di Crimea.

Awal Juli ini, sebanyak lebih dari 2.000 pasukan terjun payung melakukan latihan pendaratan di situs militer Naimanskaya, dekat Laut Hitam, dalam latihan penyerangan oleh pasukan udara Rusia. Bulan lalu, Rusia juga memblokir 8.000 kilometer persegi wilayah yang ditetapkan sebagai situs yang ditujukan untuk latihan angkatan laut NATO.

Menjelang latihan militer gabungan Sea Breeze 2019 yang diikuti oleh Inggris, AS, Bulgaria, Rumania, dan Georgia, militer Rusia menyisihkan perairan untuk latihan mereka sendiri. Pencaplokan Crimea pada tahun 2014 diikuti oleh referendum di mana mayoritas semenanjung memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia.

Negara-negara Barat mengutuk pencaplokan dan legitimasi referendum, menjatuhkan sanksi berat pada Moskwa dan melonjaknya ketegangan yang berlanjut hingga saat ini. (IMN/Kompas.com)

Share :
You might also like