Kebakaran Lahan di Sampit, Bandara H Asan Sampit Beroperasi Normal

Jakarta, airmagz.com – Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih berjalan normal. Menyusul adanya kebakaran lahan di wilayah Sampit dan sekitarnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, terus memantau kondisi penerbangan di Bandar Udara H Asan Sampit dan melakuan koordinasi melalui Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan stakeholder penerbangan lainnya.

“Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di Sampit, dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait sehingga semua tim terkait dapat disiapsiagakan dan segera menginformasikan langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal-hal yang menggangu penerbangan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, Senin (5/8).

Terpisah, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara, H Asan Sampit, Havandi Gusli menjelaskan kondisi penerbangan masih berjalan normal, meski untuk, Senin (5/8) pagi, sempat terjadi keterlambatan penerbangan karena jarak pandang hanya 100 meter yang disebabkan asap.

“Memang ada keterlambatan penerbangan, tapi setelah pukul 8 pagi, penerbangan kembali normal dengan jarak pandang hingga diatas 2.000 meter. Untuk saat ini, belum ada maskapai yang membatalkan penerbangannya,” kata Havandi.

Menurut Havandi, kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap kerap terjadi setiap tahun di wilayah Sampit Kalteng. Untuk mengantisipasi dampak akibat asap telah dilakukan koordinasi yang intens antara UPBU Bandar Udara H Asan Sampit, AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait dalam penanganan kebakaran lahan.

Havandi menambahkan, melalui satuan tugas (satgas) di bawah BPBD, telah mengopersikan 2 helikopter untuk kegiatan penanganan asap di wilayah Sampit. Adapun jenis helikopter yang dioperasikan dengan Type MI-8-MTV-1, Reg UP-MI813 dan UP-MI862. Titik keberangkatan dari bandara H. Asan menuju daerah-daerah yang saat ini mengalami kebakaran lahan untuk dilakukan pemadaman melalui proses Water Bombing, seperti wilayah Desa Bagendang Hilir, wilayah Desa Basawang Teluk Sampit, wilayah Desa Mentawa Baru Ketapang, wilayah Desa Sungai Bakau Seruyan Hilir.

Untuk diketahui, saat ini, Bandar Udara H Asan Sampit yang memiliki panjang landasan pacu 2060 x 30 meter dilayani dua maskapai yaitu NamAir rute Sampit-Jakarta PP, Sampit – Surabaya PP, untuk Wings Air melayani rute Sampit, Palangkaya, Pangkalanbun dan Surabaya dengan jadwal penerbangan setiap hari. (IMN/DitjenHubud)

Share :