Travelport Menyingkap Tren Pemesanan Tiket Global pada Musim Haji 2019

Jakarta, airmagz.com – Jumlah pemesanan penerbangan lanjutan dari Indonesia menuju bandara di sekitar kota suci Mekkah jelang musim Haji tahun ini meningkat, berdasarkan hasil penelitian Travelport perusahaan teknologi terkemuka yang melayani industri travel di seluruh dunia. Pemesanan penerbangan dari Asia, Eropa, dan Oceania juga tercatat meningkat pada tahun ini, sementara Amerika Utara masih sama, dan Amerika Selatan serta Afrika cenderung menurun dari angka sebelumnya di tahun 2018.

Setiap tahun, lebih dari satu juta orang dari seluruh dunia terbang menuju bagian barat Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji[1] hingga menjadikannya sebagai salah satu lonjakan tahunan dalam lalu lintas udara secara global. Untuk mengatur jumlah para pendatang, Saudi Arabia memberikan kuota bagi negara-negara lain berdasarkan jumlah populasi umat Muslim yang dimiliki negara tersebut. Pemerintah setempat dan perusahaan perjalanan swasta berlisensi kemudian yang akan mengalokasikan area-area untuk para calon jemaah haji.

Sebagai bagian dari penelitian ini, Travelport menganalisa setiap pemesanan penerbangan yang dilakukan melalui Global Distribution System (GDS) sampai tanggal 21 Juli 2019, dengan rute penerbangan menuju King Abdulaziz International AirportTa’if Regional Airport dan Prince Mohammed Bin Abdulaziz International Airport,  dengan waktu kedatangan antara 9 Juli 2019 sampai dengan 8 Agustus 2019. Travelport kemudian melakukan perbandingan dengan data yang diperoleh pada tahun lalu, sehingga tren 2019 dapat teridentifikasi.

Damian Hickey, Global Vice President and Global Head of Air Travel Partners dari Travelport, mengatakan “Ada begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam bepergian, khususnya ketika berkaitan dengan sesuatu yang sangat personal seperti ibadah haji. Untuk sebagian orang, kondisi ekonomi dan peningkatan jumlah alokasi calon jemaah haji yang diberikan pemerintah Saudi Arabia merupakan alasan yang kuat untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun yang paling tepat untuk melaksanakan ibadah sekali seumur hidup. Namun, sebagian orang masih melihat situasi dan berpikir untuk menunggu waktu yang lebih tepat lagi; faktor pendorong yang beragam ini jelas terlihat dalam tren perjalanan yang kita telah saksikan di seluruh dunia.”

Asia

Menurut hasil analisa data milik Travelport*, Asia mencatat pertumbuhan terbesar dalam pemesanan penerbangan menuju bandara di sekitar kota Mekkah yang dilakukan melalui GDS di tahun 2019, dengan jumlah pemesanan yang naik sebanyak 11.284 pemesanan (+5%). Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 1,071 atau sekitar 10% lebih banyak dibandingkan tahun 2018.

Di tingkat negara, Bangladesh menjadi negara dengan peningkatan pemesanan penerbangan tertinggi, dengan jumlah pemesanan yang meningkat hingga mencapai 13,906 atau naik sebanyak 171%. Negara yang terletak di bagian selatan Asia ini merupakan salah satu dari lima negara (Bangladesh, Indonesia, Pakistan, Malaysia, dan Tunisia) yang mendapat keuntungan dengan adanya inisiatif Mecca Route, sebuah layanan baru yang menawarkan immigration pre-clearence dari titik keberangkatan para calon jemaah haji.

Uni Emirat Arab tercatat sebagai negara tertinggi kedua, dengan peningkatan sebanyak 3,981 (+17%); diikuti Qatar, sebanyak 32,778 (+217%) yang calon jemaah hajinya dapat mendaftarkan diri untuk ibadah Haji dengan menggunakan “gerbang elektronik”.

Hickey menambahkan, “Dalam beberapa tahun belakangan ini kita menyaksikan sebuah peningkatan upaya untuk memperkenalkan kebijakan dan teknologi yang membuat ibadah Haji, yang seringkali dibandingkan dengan penyelenggaraan Olimpiade tahunan, menjadi sebuah pengalaman yang lebih nyaman bagi umat Muslim di seluruh dunia. Analisis kami menunjukkan bahwa inisiatif ini memiliki dampak yang sangat nyata yang mendorong pada suatu kemajuan dari sudut pandang teknologi.”

Angka pemesanan tiket terbanyak di Asia yang dilakukan melalui GDS terjadi di India (44,611).

Secara keseluruhan, pemesanan yang dilakukan di Asia dapat merepresentasikan 64% total pemesanan tiket yang dilakukan di seluruh dunia.

Eropa

Dari hasil analisa, Eropa tercatat sebagai kedua tertinggi dalam jumlah pemesanan tiket melalui GDS dengan tujuan penerbangan di sekitar kota Mekkah, jumlah yang tercatat mencapai 1,966 pemesanan (+6%).

Peningkatan tertinggi dengan jumlah pemesanan terbesar terjadi di United Kingdom, di mana volume pemesanan meningkat sebanyak 2,237 pemesanan (+13%) menjadi 19,978 pemesanan, namun sekaligus menunjukan penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2018 yang sempat meningkat hingga 47%. Di urutan kedua dan ketiga adalah Bosnia dan Herzegovina dengan jumlah peningkatan yang terbilang rendah yaitu 562 (+173%) dan diikuti Swedia dengan 310 (+168%).

Tidak seperti negara-negara dengan mayoritas Muslim lainnya, negara-negara dengan populasi Muslim minoritas di barat tidak diberikan kuota haji yang sama, yaitu 1.000 jemaah per satu juta populasi.2

Secara global, Eropa menyumbang 10% dari total pemesanan tiket yang dilakukan di seluruh dunia.

Amerika Serikat

Jumlah pemesanan penerbangan lanjutan dari Amerika Utara menuju ke kota-kota sekitar Mekkah cenderung sama seperti tahun lalu (hanya meningkat sebanyak 221 pemesanan; 1%). Negara yang mengalami lonjakan terbesar adalah Kanada, dengan pemesanan yang meningkat sebanyak 1,362 (+39%). Jumlah pemesanan terbesar terjadi kembali di Amerika Serikat (15.854).

https://yaleglobal.yale.edu/content/conversation-how-globalization-transformed-mecca-pilgrimage-market

Amerika Selatan menunjukkan penurunan pemesanan penerbangan melalui GDS tahun ini, dengan volume yang turun sebanyak 27%, meskipun penurunannya terbilang snagat rendah. Negara dengan pemesanan terbanyak adalah Brasil (52 pemesanan). Diperkirakan 200 warga Brasil akan melakukan ibadah haji pada tahun ini.3

Secara keseluruhan, pemesanan yang dilakukan di Amerika mewakili 6% dari total pemesanan secara global.

Afrika

Pemesanan penerbangan yang dilakukan melalui GDS ke bandara di sekitar Mekah dari Afrika turun 17% tahun ini. Hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh penurunan jumlah pemesanan yang dilakukan negara Mesir (-17%). Namun, Afrika Utara masih tercatat sebagai negara dengan jumlah pemesanan penerbangan terbesar melalui GDS dibandingkan dengan negara mana pun di seluruh dunia (49.477).

Maroko mengalami pertumbuhan pemesanan terbesar di Afrika pada tahun ini, dengan volume yang meningkat sebanyak 1.078 (+ 34%) pasca dikeluarkannya surat dari raja, Raja Mohammed VI, yang mendesak warganya untuk secara positif mewakili negaranya pada penyelenggarana ibadah haji tahun ini.

Peningkatan penting juga terlihat di Niger (pemesanan naik sebanyak 870; + 110%), Afrika Selatan  meningkat sebanyak 674 (+ 33%) dan Nigeria (pemesanan naik 520; + 21%).

Secara keseluruhan, pemesanan yang dilakukan di Afrika mewakili 20% dari total pemesanan secara global.

Oceania

Pemesanan penerbangan yang dilakukan melalui GDS ke bandara di sekitar Mekah dari Oceania meningkat sebanyak 1.705 (+ 204%) pada tahun ini. Kenaikan ini dapat dikaitkan dengan lonjakan yang terjadi di Australia yang naik sebanyak 238% menjadi 2.344, dari 1.650 pemesanan pada tahun sebelumnya, sementara itu, setidaknya 200 jemaah dari Selandia Baru telah diundang untuk berpartisipasi dalam haji tahun ini.

Secara keseluruhan, pemesanan yang dibuat di Oceania mewakili kurang dari 1% dari total pemesanan secara global. (IMN)

Share :