Politeknik PU Satu-Satunya Politeknik Bidang Konstruksi Berkelas Dunia

Jakarta, airmagz.com – Politeknik Pekerjaan Umum (PU) merupakan satu-satunya politeknik yang didesain untuk pendidikan dan pelatihan bidang konstruksi berkelas dunia, dimana dalam proses pengajaran di bidang akademik nantinya akan dikerjasamakan dengan Belanda, Australia, dan Perancis. Selain itu peralatan praktek yang digunakan merupakan alat-alat terkini, baik peralatan laboratorium maupun peralatan teknologi yang digunakan langsung untuk pembangunan infrastruktur.

Pernyataan di atas dikemukakan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) Lolly Martina Martief, saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Penerimaan 145 Mahasiswa Baru Politeknik PU Tahun Akademik 2019/2020, di Semarang, Senin (12/8).

Foto : Kementerian PUPR

Selanjutnya Lolly mengatakan, lulusan Politeknik PU akan mengantongi dua sertifikasi. Sertifikasi yang pertama berupa ijazah, sedangkan sertifikasi ke dua berupa sertifikat yang sudah bisa disetarakan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian, serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

“Jadi kalau dia diterima di manapun dia sudah memiliki keahlian tersebut, seperti keahlian di bidang air, jalan, maupun bangunan gedung,” ujar Lolly, seraya mengungkapkan kedepan nantinya politeknik serupa akan di bangun di Indonesia bagian Timur, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Lolly menambahkan, lulusan Politeknik PU bisa melamar di PUPR, BUMN, kontraktor maupun konsultan. Yang jelas untuk level D3 itu tenaga terampil yang biasanya sebagai tenaga pengawas. Disamping pendidikan akademis, sambung Lolly, Politeknik PU juga akan memberikan pendidikan karakter, dimana salah satunya mencakup kedisiplinan, yang intinya untuk menjawab kebutuhan akan insan PUPR yang iProve.

Sementara itu, Direktur Politeknik PU, Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc, PhD, dalam sambutannya mengemukakan Politeknik PU didirikan untuk memenuhi tenaga kerja bidang konstruksi di Indonesia, karena dari 8 juta tenaga kerja yang ada, 70%-nya merupakan tenaga yang tidak disertai dengan pendidikan dan ketrampilan yang memadai, yakni berpendidikan dibawah jenjang SLTA.

Dengan kondisi tersebut, maka sangat mendesak peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi, sehingga menjadi tenaga kerja yang profesional, kompeten dan terampil. Atas dasar itu Politeknik PU diharuskan memiliki keunggulan dibandingkan dengan politeknik lainnya, dimana lulusannya nanti salah satunya akan mendapatkan sertifikasi profesi level terampil, dan kompetensi lulusannya sesuai dengan kebutuhkan di lapangan.

Untuk mencapai keluaran tersebut, maka Kurikulum Politeknik PU ditempuh dengan 117 Satuan Kredit Semester (SKS) dimana 34 SKS berupa praktikum dan tugas di workshop, serta magang di perusahaan jasa konstruksi, 40 SKS berupa perkuliahan untuk mendapatkan mata kuliah dasar umum, mata kuliah dasar keahlian, dan mata kuliah keahlian yang bersifat praktis, dimana 60%-nya lebih berupa praktek.

Dalam menjalani pendidikannya mahasiswa diharuskan mampu kerjasama dengan baik, mampu bekerjasama dalam tim, disamping mempunyai kemampuan bekerja secara individual.

Sistem perkuliahan Politeknik PU selama tiga tahun diarahkan dalam bentuk blended learning, sehingga proses pembelajarannya tidak perlu 100% tatap muka, namun dapat sebagian dilaksanakan memalui online/e-learning. Hal itu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa.

Selanjutnya Politeknik PU akan bekerjasama dengan berbagai lembaga sertifikasi, berbagai asosiasi profesi, sehingga lulusannya nantinya selain mempunyai ijasah dari hasil pendidikan formal D3, juga akan memperoleh sertifikat dari berbagai pelatihan jenis ketrampilan. Dengan demikian lulusan akan mempunyai Surat Keterangan Pendamping Ijasah yang sangat berguna dalam proses berkarier.

Dosen dari Praktisi

Dalam keterangannya Indratmo menjelaskan keunggulan lain Politeknik PU, diluar proses perkuliahan, adalah tenaga pengajar yang tidak hanya berlatarbelakang akademisi, tetapi juga dari para praktisi, dan juga dari industriawan. “Supaya mereka tahu, bagaimana proses produksi. Mereka juga tahu bagaimana proses di lapangan, bagaimana pengawasan, dan sejenisnya. Inilah bagian-bagian yang kita harapkan bisa menjadi unggulan kita,” ujar Indratmo.

Salah satu mahasiswa baru yang diterima di Prodi Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan, Mufti Astu Naufal (19 tahun) mengaku sebenarnya ia telah diterima di salah satu universitas terkemuka di Indonesia, namun ia lepaskan, karena lebih memlilih untuk belajar di Polteknik PU karena ingin bekerja di bidang infrastruktur PUPR. (IMN/Kementerian PUPR)

Share :