AS dan Rusia Bersama Lakukan Penerbangan Pengintaian

Jakarta, airmagz.com – Pesawat mata-mata Rusia melakukan penerbangan pengintaian di wilayah udara Inggris Raya mulai Senin (19/8/2019) hingga 23 Agustus mendatang. Sedangkan pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS) melakukan hal serupa di wilayah udara negara Presiden Vladimir Putin mulai hari ini hingga 24 Agustus mendatang.

Penerbangan observasi itu dilakukan berdasarkan Treaty on Open Skies, perjanjian internasional yang diteken di Helsinki pada 24 Maret 1992 oleh perwakilan dari 23 negara anggota OSCE (Organization for Security and Co-operation in Europe). Perjanjian ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2002.

Pada saat ini 34 negara menjadi negara anggota atau penandatangan Treaty on Open Skies. Perjanjian ini menetapkan program penerbangan pengintaian udara tidak bersenjata di seluruh wilayah negara peserta dengan tujuan memantau kepatuhan negara yang diawasi terhadap perjanjian kontrol senjata.

Surat kabar resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Krasnaya Zvezda, mengonfirmasi penerbangan mata-mata yang dimulai hari ini.

“Federasi Rusia berencana untuk melakukan penerbangan observasi pesawat An-30B di atas wilayah Inggris dalam kerangka penerapan Treaty on Open Skies,” tulis surat kabar itu mengutip kepala Pusat Pengurangan Risiko Nuklir Sergey Ryzhkov.

Penerbangan An-30B akan dilakukan dari lapangan terbang terbuka Bryza Norton. Kisaran penerbangan maksimum adalah 1.150 km.

Pesawat mata-mata Moskow itu akan terbang di sepanjang rute yang disepakati dengan pihak yang diamati. Para ahli Inggris juga akan ikut berada di pesawat untuk memantau penggunaan peralatan observasi dan kepatuhannya terhadap ketentuan perjanjian.

Sedangkan misi observasi AS di langit Rusia dilakukan dengan pesawat OS-135B. Para ahli Moskow juga akan ambil bagian dalam misi Washington tersebut. (IMN/Sindonews.com)

Share :
You might also like