Assalamualaikum Adik Papua

Oleh : Capt Teddy Hambrata Azmir
Praktisi Penerbangan

Apa yang lebih menarik daripada sebuah workholiday. Sebuah kosa kata yang sangat jarang ada pada kamus-kamus bahasa namun memiliki arti yang sangat menyenangkan. Bekerja sambil berlibur tanpa terasa bekerja menjadi sebuah hal yang melelahkan sehingga selalu i love monday bagi kami yang bisa merasakannya.

Bisa melihat Indonesia dari ujung barat hingga tapal batas timur adalah sebuah keniscayaan yang membuat hati senang dan selalu tenang. Dimana ada sebuah kisah yang disebut dengan “kisah adik papua” yang selalu menanti jani sang matahari untuk selalu terbenam di barat dan terbit kembali pada sisi timur bumi yang indah.

Sebut saja adik David dan kawan-kawannya, yang diusia rata-rata 8 tahun mereka selalu setia membantu orang tua untuk membelah kayu sebagai bahan bakar pemanas ruangan maupun alat pemasak sehari-hari. Selepas itu pun mereka bermain dengan riang di tepian pantai.

 

Mereka yang punya cita-cita tinggi dan luhur untuk masa depannya ternyata pun sangat cinta Indonesia dan masih tertanam Pancasila dalam hati mereka. Ketika ditanya, mau jadi apa ketika besar nanti dan sebagian menjawab ingin menjadi seperti bapak pilot yang bisa antar bahan makanan ke rumah nenek di atas gunung atau menjadi dokter agar bisa mengobati saudara-saudara di gunung dari malaria.

Benar, mereka bisa lebih dewasa daripada usianya yang terbilang masih kanak-kanak namun berpikir maju untuk dapat membangun daerahnya sebagai putra daerah yang bermanfaat bagi orang banyak.

Alam Papua yang begitu indah bak perawan selalu menawan siapa pun yang melihatnya sejatinya adalah aset yang sangat besar bagi Indonesia Raya. Demikian halnya dengan “adik papua” yang tak pernah berpura-pura sesuka hati bermain dengan hati penuh kejujuran hati melangkahkan kaki ikuti hati nurani.

Apa kabar hari ini “adik papua”, apakah. Adik sehat? Adakah adik bertambah pintar? Mengapa kurang tersenyum dirimu adik? Adakah yang jahati dirimu adik? Terlihat wajahmu tidak berseri adik. Namun, kami yakin bahwa bahagiamu ada di hatimu adik-adikku Papua dan tersenyumlah.

Apakah karena kakak dari kota telah jarang melihatmu adik? Kakak harap adik masih ingin terus maju bersama kakak di Indonesia yang beragam serta menjadi bagian dari Indonesia bersama-sama kita membangun negeri yang cantik gemah ripah loh jinawi, selalu menjadi bagian dari kami keluarga Indonesia dengan ayah dan bunda Nusantara. Karena masih ada harapan dari senyummu yang tak tersenyum itu adik Papua.

Dan akan terus kakak tancapkan Merah Putih di bumi Papua untuk adik Papua yang kakak sayangi.

Share :