IMSI-Teknologi Canggih Morula IVF Indonesia Tingkatkan Keberhasilan Bayi Tabung

Jakarta, airmagz.com – Di antara berbagai metode mengatasi masalah ketidak suburan (infertilitas) pasangan suami istri, bayi tabung (in vitro fertilization, IVF) memiliki angka keberhasilan tertinggi, mencapai 40-50%. Terlebih, dengan penerapan teknologi terkini yang mampu mengatasi kasus-kasus infertilitas dengan tingkat kesulitan tinggi.

Apa saja teknologi canggih itu?

Pertama, pada pasien yang tidak didapatkan sperma saat analisa sperma (azoospermia) dapat diupayakan dengan teknologi pengambilan sperma langsung dari testis. Kemudian, teknologi canggih berikutnya ialah Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI), dimana proses pembuahan (fertilisasi) dilakukan dengan cara menyuntikkan satu sperma terpilih langsung ke dalam sel telur. Dengan teknologi ICSI, penolakan sel telur terhadap sperma suami juga bisa dihindari. Berbeda dengan cara konvensional yang memerlukan sekitar 40.000 sperma untuk membuahi satu sel telur, serta kemungkinan kegagalan fertilisasi karena penolakan sperma suami oleh sel telur istri.

Selanjutnya, yang lebih maju dari ICSI adalah teknologi Intracytoplasmic morphologically selected sperm injection (IMSI). Teknologi ini serupa ICSI, namun pemilihan sperma terbaik dilakukan lebih detail menggunakan mikroskop khusus yang bisa memperbesar penampakan sperma hingga 6.000 kali. Dengan teknologi IMSI, kecacatan bentuk pada sperma bisa terdeteksi sebelum fertilisasi. Sperma yang mempunyai bentuk tidak sempurna akan berakibat pada perkembangan embrio yang kurang baik dan berakhir dengan gagalnya program bayi tabung.

Teknologi IMSI merupakan pengembangan ICSI untuk menyeleksi sperma dengan lebih detail menggunakan mikroskop dengan kemampuan pembesaran sangat tinggi. Teknik ini memungkinkan ahli embriologi memilih sperma terbaik untuk proses fertilisasi. Dengan teknik ICSI, seleksi sperma dilakukan dengan pembesaran 40 kali, sementara dengan IMSI pembesaran bisa sampai 6.000 kali.

Tahun 2003, tim Bartoov melaporkan hasil penelitian di mana prosedur seleksi sperma dengan teknik IMSI terbukti meningkatkan angka kehamilan bagi pasangan dengan kegagalan yang berulang. Pasangan yang menggunakan teknik IMSI mengalami kehamilan sangat signifikan (66%), dibandingkan dengan pasangan yang hanya menggunakan teknik ICSI (33%). Sperma yang buruk akan memengaruhi kualitas embrio. Kualitas embrio yang buruk meningkatkan kegagalan kehamilan.

Tahun 2006, penelitian lanjutan melibatkan 80 pasangan pada tiap kelompok. Pada kelompok yang menggunakan teknik IMSI, angka kehamilan mencapai 60%, sedangkan pasangan yang menggunakan teknik ICSI kehamilanhanya 25%. Angka keguguran juga turun signifikan, pasangan yang menggunakan IMSI mempunyai angka kegugurannya hanya 14%, sedangkan pada pasangan yang menggunakan teknik ICSI mencapai 40%. Penelitian yang dilakukan di Italia tahun 2008 juga menunjukkan hasil serupa.

Di Indonesia, teknologi IMSI masih baru dan diterapkan di beberapa klinik fertilitas. Termasuk Morula IVF Jakarta yang berada di Jl. Teuku Cik Ditiro No.12 Menteng, Jakarta Pusat. Teknik ini dapat menjadi harapan baru bagi pasangan yang ingin menimang buah hati.

Launching IMSI Morula IVF Indonesia sendiri akan diadakan Minggu/ 25 Agustus 2019 di Phinisi Point Mall Makasar. Acara tersebut turut dihadiri Tya Ariestya (artist), dr.Arie Polim dan prof.Arief Budiono dari Morula IVF Jakarta. (IMN)

Share :