Generasi Milenial Manjadi Faktor Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi RI

Jakarta, airmagz.com – Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap bertumpu pada sektor komsumsi, yang mencapai lebih dari 50% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pertumbuhan ini akan dimotori oleh meningkatnya pengaruh dan kemampuan belanja kaum milenial, serta berbagai solusi yang diciptakan oleh berbagai perusahaan untuk melayani kebutuhan digital dan preferensi konsumsi yang semakin besar.

Berdasarkan data Riset Ekonomi UOB Indonesia tentang tingkat pendapatan berbagai segmentasi populasi antara tahun 2010 hingga 2019, pendapatan riil kaum milenial tumbuh sebesar 8,6% per tahun secara tingkat pertumbuhan bertahap (compound annual growth rate). Angka partumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan antara 3 hingga 5% pada kelompok demografi lainnya. 

“Kaum milenial Indonesia dewasa ini menghabiskan hingga 50% pendapatannya pada ‘Gaya Hidup 4S’, yaitu Sugar, Skin, Sun (liburan dan hiburan), dan Screen). Kami berharap generasi ini akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia,” ujar Enrico saat berbicara kepada lebih dari 1.000 nasabah UOB dan disiarkan dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (30/8/2019). 

Menurut Enrico, meningkatnya pendapatan dan jenis pilihan pembelanjaan generasi milenial turut membuka kesempatan bagi para pebisnis dalam memenuhi kebutuhan segmen populasi ini, yang tentunya juga akan berkontribusi pada pertumbuhan bisnis mereka. 

“Sementara Indonesia diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan positif, kami mengantisipasi tingkat pertumbuhan yang tetap rendah sebesar 0,1% dari tahun ini hingga 2020, seiring dengan ketegangan hubungan dagang yang terjadi di tingkat global,” sambungnya. 

Lebih lanjut Enrico mengatakan, reformasi ekonomi yang diterapkan pada akhir siklus komoditas belum menampakkan hasil yang utuh bagi Indonesia. Pada jangka menengah, faktor-faktor seperti reformasi keberlanjutan di bidang ekspor manufaktur dan kebijakan investasi, serta pembelanjaan fiskal yang hati-hati akan membantu menjaga ekonomi dalam mencapai target pertumbuhan pemerintah sebesar 6 persen di tahun 2024. (IRM)

Share :
You might also like