Asmat, Papua Dianggap Berhasil Kembangkan Kendaraan Elektrik

Jakarta, airmagz.com – Selama ini di Agats ibukota Kabupaten Asmat merupakan daerah yang mengawali pemakaian kendaraan bermotor listrik untuk mobilitas warganya. Keberadaannya sudah didukung dengan regulasi, yakni Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2017 tentang Angkutan Darat dan Sungai. Pendapatan dari hasil retribusi yang diterapkan hampir mencapai Rp1 miliar per tahunnya.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan, regulasi itu sudah mengatur, seperti retribusi kendaraan bermotor listrik yang disewakan sebesar Rp500 ribu per tahun, retribusi kendaran bermotor listrik pribadi Rp150 ribu per tahun, sewa lahan buat ojek Rp1 juta per tahun.

“Setiap kendaraan tidak ada plat tanda nomor kendaraan bermotor. Yang ada plat retribusi parkir berlangganan motor listrik, berwarna hitam dan kuning untuk membedakan kendaraan pribadi atau sewa,” terang Djoko dalam siaran persnya yang diterima airmagz.com, Senin (2/9).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Asmat, hingga November 2018 tercatat 3.154 kendaraan listrik. Terbanyak sepeda motor listrik 3.067 unit. Terdapat 22 pangkalan ojek sepeda listrik.

Di samping itu, memang lebar jalan hanya 4 meter, sehingga tidak memungkinkan mengggunakan mobil sebagai sarana transportasi, kecuali dalam hal tertentu. Konstruksi jalan di Kota Agats berupa konstruksi jalan beton (pile slab), karena daerahnya merupakan daerah rawa. Awalnya menggunakan konstruksi kayu dan sebagian masih tersisa.

“Daerah yang sudah dapat mengoperasikan kendaraan bermotor listrik, seperti Asmat ini, ada baiknya pemerintah pusat memberikan apresiasi berupa bantuan khusus dalam hal pengembangan kendaraan bermotor listrik. Supaya dapat mendorong daerah lain dapat melakukan hal yang sama,” jelas Djoko. (IRM)

Share :