Inilah 5 Destinasi Paling Populer di Asia Pasifik, Indonesia Nomor Berapa?

Jakarta, airmagz.com – Asia Pacific Destinations Index (APDI) Mastercard mencatat 5 kota di kawasan Asia Pasifik yakni, Bangkok, Singapura, Kuala lumpur, Tokyo, dan Seoul sebagai destinasi yang paling populer sepanjang tahun 2018. Kelima kota ini juga berkontribusi lebih dari seperempat atau 25,2% terhadap total pengeluaran wisatawan mancanegara di kawasan tersebut.

Berdasarkan data yang ini diungkapkan Asia Pacific Destinations Index (APDI) Mastercard, bagian dari Global Destination Cities Index (GDCI) mencatat kawasan Asia Pasifik menerima 342,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara, baik yang melakukan perjalanan bisnis maupun berlibur, naik dari 159,1 juta wisatawan di tahun 2009.

Angka tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) total wisatawan yang berkunjung ke wilayah Asia Pasifik sebesar 8,9 persen dalam kurun waktu sembilan tahun. Selama periode yang sama, total pengeluaran para wisatawan yang berkunjung ke Asia Pasifik meningkat lebih dari dua kali lipat, naik dari US$117,6 miliar menjadi US$281,1 miliar, atau setara dengan 10,2% tingkat pertumbuhan tahunan majemuk.

Pertumbuhan didorong terutama oleh pertumbuhan pesat jumlah perjalanan internasional dari Tiongkok Daratan,

Lalu bagaimana dengan Indonesia?,

Laporan ini mengungkapkan bahwa Bali berhasil meningkatkan posisinya dari posisi kesepuluh di tahun 2017 menjadi posisi kesembilan di tahun 2018, dengan total jumlah wisatawan yang datang untuk bermalam sebesar 8,3 juta.

Jumlah tersebut menunjukkan CAGR total wisatawan yang berkunjung ke Bali sebesar 12,3% dalam sembilan tahun terakhir.

Sementara itu, total pengeluaran para wisatawan mancanegara yang datang ke Bali mencapai US$8,9 miliar atau setara dengan 12,1% CAGR.

Mayoritas wisatawan berasal dari Tiongkok Daratan (22,4%), Australia (19,3%), dan India (5,8%). Rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Bali menghabiskan 8,6 malam dengan jumlah pengeluaran per hari sebesar US$125. Sebanyak 96,7% wisatawan berkunjung ke Bali untuk berlibur, sementara 3,3% wisatawan berkunjung untuk tujuan bisnis.

“Penting untuk dipahami bahwa bukan hanya bagaimana meningkatkan jumlah kunjungan akan membawa dampak positif bagi kota dan destinasi tujuan, tetapi juga tantangan yang muncul seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan tersebut,” kata Rupert Naylor, Senior Vice President, Data & Services, Asia Pasific, Mastercard dalam siaran persnya, Senin (9/9).

Rupert menambahkan, laporan ini akan membantu pemerintah, merchants dan industri perjalanan global dengan informasi serta berbagai wawasan yang mereka butuhkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat asal dan para wisatawan yang berkunjung. (IRM)

Share :