FAMI Minta KPPU Percepat Sidang Dugaan Kartel Harga Tiket Pesawat

Jakarta, airmagz.com – Forum Advokat Indonesia (FAMI) meminta kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera menyidangkan permohonan dugaan kartel tiket pesawat yang diadukan antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink, dan Batik Air.

Ketua Umum Advokat FAMI Zenuri Makhrodji mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian tentang kapan KPPU akan menetapkan jadwal sidang kasus dugaan tersebut.

“Kita mendapatkan informasi dari KPPU sidangnya akan mulai digelar pada awal September ini. Tapi hingga tanggal 15 ini kita belum menerima pemberitahuan resmi jadwal penetapan sidang,” kata Zenuri ketika dihubungi airmagz.com di Jakarta, Senin (16/9).

FAMI yang terdiri dari 500 advokat ini menduga telah terjadi kartel dalam menentukan harga tiket pesawat yang dilakukan oleh dua grup maskapai terbesar di dalam negeri, Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group. Hal ini menyebabkan harga tiket pesawat melambung di luar batas kewajaran. Sehingga pada akhirnya banyak masyarakat, aparatur sipil negara (ASN) hingga perusahaan yang mengeluh dan merasa dirugikan atas hal tersebut.

“Kami mendengar keluhan masyarakat, salah satunya harga tiket pesawat yang sangat mahal. Kami berharap melalui KPPU masyarakat Indonesia mendapat keadilan,” ujar Zenuri.

Sekretaris Jendeal (Sekjen) FAMI Saiful Anam menilai kelima maskapai itu tidak menaati Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Layanan Kelas Ekonomi dan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 72 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dia melihat maskapai telah membangkang terhadap kebijakan tersebut karena masih banyak pesawat yang mahal melebihi batas atas yang telah ditentukan oleh pemerintah. Saiful menduga dua operator besar tersebut telah melakukan praktek monopoli.

Sidang Ditunda

KPPU menyebut sidang perdana dugaan kartel tiket ditunda lantaran dua, yakni Batik Air dan Lion Air yang diwakili oleh kuasa hukumnya hadir dalam sidang tersebut.

Sementara teradu lainnya, yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, Nam Air dan Wings Air mangkir dalam sidang perdana yang semula dijadwalkan, Selasa (10/9) pekan lalu.

Sebelumnya, Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah maskapai penerbangan untuk melihat apakah ada kesepakatan soal penetapan harga pada jasa angkutan niaga berjadwal penumpang kelas ekonomi dalam negeri.

Maskapai penerbangan yang diperiksa oleh KPPU dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir antara lain, Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Nam Air, Batik Air dan Wings Air.

Dalam temuannya KPPU menduga telah terjadi ada pelanggaran pasal 5 dan pasal 11 Undang-Undang No. 5/1999 Tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang dilakukan oleh operator maskapai tersebut. (IRM)

Share :