Prahara Kerjasama Garuda dan Sriwijaya

Oleh : Marco Umbas

Pengamat Penerbangan

Semangat untuk penyelamatan keberadaan Sriwijaya group di Penerbangan Nasional dalam jangka panjang seyoginya menjadi alasan utama untuk mencari jalan tengah agar permasalahan dapat memuaskan kedua belah pihak.

Bukan hanya dari image industri penerbangan nasional yang sedang menuju perbaikan, namun kepastian kerja karyawan Sriwijaya dimana mereka mencari nafkah juga menjadi prioritas

Segi lain yang sangat penting adalah kepastian hukum untuk berbisnis di sektor penerbangan pada khususnya dan untuk berbisnis di Indonesia pada umumnya.

Wajarlah apabila investor asing lebih tertarik untuk berinvestasi dinegara lain mengingat kurang adanya kepastian hukum di Indonesia.

Hal diatas sebenarnya merupakan potret kecil kondisi dunia usaha di Indonesia sekaligus menjawab keluhan Pak Jokowi mengapa investor lebih memilih Negara lain. Mengingat dalam batas tertentu penanganan permasalahan cenderung lambat dan bertele-tele bahkan tidak berujung!

Meskipun Kementerian Perhubungan telah melakukan pendekatan untuk menyelesaikan kasus diatas ternyata sampai sekarang belum ada titik terang meskipun permasalahan tersebut telah mencuat kepermukaan pada tanggal 9 September!

Apalagi sektor penerbangan cenderung mempunyai eksposur tinggi dan image Indonesia di masyarakat internasional mengingat ada kaitan dengan safety/security operasional pesawat udara.

Peranan regulator penerbangan seyogia dapat memberikan solusi yang cepat dan tepat dengan memfasilitasi kedua belah pihak untuk melakukan pertemuan agar segera mencari jalan keluar dari perselisihan yang ada sekarang.

Dalam kontek safety/security penerbangan, kepastian hukum dan image Indonesia, fungsi regulator sebagai penengah akan memberikan aura positive akan keberadaan negara dan percepatan didalam penyelesaian masalah diatas.

Apalagi Garuda group adalah BUMN yang mempunyai kewajiban ekstra didalam mendukung kebijakan pemerintah didalam rangkan mencapai tujuan-tujuan diatas.

Mudah-mudahan musyawarah dan mufakat (Out of court Settlement) dapat tercapai karena merupakan nilai luhur bangsa Indonesia sehingga tidak diperlukan langkah-langkah hukum yang akan merugikan kedua belah pihak dan Industri Penerbangan Nasional.

Share :
You might also like