Arista: Pembocoran Data Penumpang Lion Air Group Bisa Dijerat Pidana

Jakarta, airmagz.com – Pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, menyesalkan terjadinya kebocoran data milik jutaan penumpang maskapai penerbangan Malindo Air dan Thai Lion Air, dua maskapai dibawah Lion Air Group.

Menurut dia, data atau manifes penumpang bersifat rahasia dan tak diperkenankan untuk jatuh ke pihak lainnya. “Data penumpang itu sifatnya rahasia, tak boleh dibocorkan baik oleh otoritas bandara maupun otoritas maskapai,” ujar Arista ketika dimintai tanggapannya, Rabu (18/9).

Menurut Arista, tindakan pembocoran data milik pribadi penumpang bisa dikategorikan sebagai perbuatan tindak pidana, sehingga para pelakunya harus dijerat dengan hukum yang berlaku. “Jadi Lion Air juga harus segera mengusut siapa pihak yang membocorkan,” sambung dia.

Dia menduga data yang disebar di Amazon Web Service, layanan cloud milik Amazon bertujuan komersial dan mencari keuntungan. Pihak manajemen Lion Air juga harus segera mengusut pelaku pembocoran data tersebut dan diproses secara hukum.

“Lion Air harus melaporkan tindakan ini ke kepolisian agar pelakunya cepat tertangkap. Karena yang dilanggar pasal dalam undang-undang penerbangan,” tandasnya.

Airmagz sudah mencoba menghubungi Lion Air untuk meminta konfirmasi. Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro yang dihubungi via pesan singkat mengatakan akan memeriksa laporan kebocoran data tersebut.

“Hallo pak… Kami sedang cek. Makasih yah,” tulis Danang singkat.

Seperti diberitakan, puluhan juta data milik penumpang dua maskapai di bawah Lion Air diduga telah bocor dan disebar di sejumlah forum online selama sebulan terakhir, demikian diwartakan Bleeping Computer, Selasa (17/9) kemarin.

Data milik penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air, dua maskapai di bawah Lion Air, disebar di Amazon Web Services, layanan cloud milik Amazon. Malindo Air diketahui bermarkas di Malaysia sementara Thai Lion Air di Thailand.

Disebutkan, data-data berisi informasi pribadi penumpang itu disimpan dalam dua data base. Dalam data base pertama ditemukan 21 juta data penumpang, sementara data base kedua berisi 12 juta data penumpang.

Selain data dari Malindo Air dan Thai Lion Air, juga ditemukan data penumpang Batik Air. Berbeda dari dua maskapai yang disebut di awal, Batik Air lebih banyak beroperasi di Indonesia.

Dalam data-data yang bocor itu ditemukan informasi sensitif seperti nama, nomor pemesanan tiket, alamat, nomor telepon, alamat email, tanggal lahir, nomor paspor, dan tanggal kedaluwarsa paspor penumpang.

Belum diketahui apakah ada data milik penumpang asal Indonesia yang juga bocor. Tetapi dalam cuplikan data yang diunggah akun Twitter Under The Breach, diketahui bahwa sebagian besar penumpang yang datanya diumbar berasal dari Thailad. (IRM)

Share :