Sambut Ibu Kota Baru Kemenhub Siapkan Transportasi Yang Memadai

Jakarta, airmagz.com – Kementerian Perhubungan mengadakan diskusi publik dengan beberapa tokoh dan anak-anak muda millenial. Tokoh-tokoh yang hadir dalam kegiatan ini di antaranya: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Bupati Kalimantan Timur Isran Noor, Kepala Badan penelitian pengembangan perhubungan Kementerian Perhubungan Sugihardjo, Direktur Perkotaan, Perumahan dan pemukiman Tri Dewi Virgiyanti, Sekjen Kementerian Perhubungan Joko Sasono, Pengamat Transportasi Laksana Trihandoko, dan Direktur Tempo Media Group Tomi Aryanto. Kegiatan ini diselenggarakan di Redtop Hotel, Jakarta, Kamis (10/10).

Kegiatan diskusi yang bertemakan “Transportasi Massal di Ibu Kota Baru, Seperti Apa?” digelar sebagai upaya untuk menampung masukan-masukan dari masyarakat terutama generasi millenial. “Di sini banyak kaum millenial yang bisa memberikan satu masukan kepada kita dan juga penting dari media juga memberikan masukan karena langkah-langkah kementerian perhubungan harus strategik dan taktis sehingga tujuan untuk melaksanakan pemindahan ibu kota ini bisa berjalan dengan baik”, kata Budi dalam penyampaiannya sebagai keynote speaker.

Rencana pemindahan Ibu Kota yang diperkirakan akan rampung pada 2025 ini, mengharuskan pemerintah untuk segera membangun sarana transportasi yang memadai dengan aksesibilitas yang mampu menghubungkan lokasi-lokasi strategis. Pembangunan sarana transportasi yang disusun berdasarkan kajian ilmiah yang mendalam diharapkan mampu mengatasi penyakit lama Jakarta, yaitu kemacetan dan polusi udara, “Maka apabila lokasi itu tidak tercapai dengan aksesibiltas yang bagus sejak dari awal itu tandanya ketidak berhasilan kita menciptakan satu kota yang berharga, kota yang benar-benar baru, dan berbeda.” Ujarnya.

Penyiapan Ibu Kota baru harus dimulai dari infrastruktur yang di dalamnya ada transportasi yang harus lebih baik daripada Jakarta. Di samping itu kelestarian lingkungan harus tetap terjaga. “Selama ini kita menderita di Jakarta, setiap hari macet luar biasa, secara ekonomi sangat costly, sangat berbiaya mahal dan juga tidak sehat bagi kita semua, kita semua disekap dengan polusi yang luar biasa di Jakarta ini sepanjang waktu, tentu saja kita berharap banyak Ibu Kota yang baru akan lebih baik, kita berharap banyak Pak Budi Karya sebagai Menteri Perhubungan sudah menyiapkan pondasinya,” ungkap Tomi.

Tidak hanya sarana transportasi yang harus dibenahi, masalah-masalah sosial juga harus menjadi perhatian pemerintah, Budi mengatakan bahwa kota-kota tetangga seperti Balikpapan dan Samarinda setengah menjerit dengan perpindahan ibu kota ini, “kita secara teknis mampu menghadirkan teknologi yang tinggi, tapi masalah-masalah sosial yang ada yang kita hadapi di kota baru tersebut juga harus menjadi satu hal yang penting yang harus kita lakukan,” pungkasnya.

Langkah-langkah strategis dan taktis yang akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan berdasar pada prinsip smart, integrity, and Sustainablity. Kegiatan diskusi ini dilaksanakan atas kerjasama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan dengan Tempo Group. (IH)

Share :
You might also like