Pasca Penetapan Warisan Dunia UNESCO Wisatawan Asing Mulai Datangi Sawahlunto

Sawahlunto, airmagz.com _Pasca ditetapkannya Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto, sebagai World Heritage UNESCO, intensitas kunjungan wisatawan asing mulai meningkat. Yang terbaru, sepasang turis asal Jepang Koniomi Yanagihara dan Michiko, datang ke Sawahlunto, Sumatera Barat, setelah mengetahui tambang batubara Ombilin diakui sebagai warisan dunia melalui pemberitaan di negaranya.

Ketertarikan Kaniomi Yanagihara sangat beralasan, karena dilatarbelakangi oleh sejarah. Pria yang kini berusia 77 tahun itu pada tahun 1990 an, pernah bekerja sekitar dua tahun di Indonesia tepatnya di tambang batubara Ombilin sebagai tenaga expert JATEC.(Japan Technology) dengan posisi jabatan penting dan strategis di industri pertambangan batubara.

Kepada airmagz.com , Yanagiharai mengemukakan, dia tertarik datang setelah mengetahui tambang batubara Ombilin di akui sebagai warisan dunia UNESCO dari berbagai pemberitaan media di Jepang. Sebagai orang yang pernah 30 tahun lalu tinggal di Sawahlunto, dia datang memanfaatkan masa tuanya berwisata ke kota ini bersama istrinya Michiko.

Di Sawahlunto,  pensiunan Mitsui E&S Machinery co.Ltd. ini mengunjungi berbagai destinasi wisata kota tua Sawahlunto, seperti museum tambang Ombilin, tambang dalam Sawahrassau V, eks tambang terbuka, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah yang dikelola Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), serta objek paling ikonis, Lubang Tambang Mbah Soero, di pusat kota tua Sawahlunto.

Dalam lawatan dua harinya ke destinasi tersebut, wiastawan negeri sakura itu terkesan dengan keramahtamahan warga kota. Apalagi,  dia diterima sebagai tamu kehormatan oleh Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta. Selain napak tilas, menyisir jejaknya saat meninggalkan kota tambang tua ini sekitar 30 tahun lalu, yang banyak berubah tanpa merusak benda cagar budaya yang masih kokoh berdiri menjulang langit.

“Namun saya juga sedih, tambang Ombilin tidak lagi beroperasi, sehingga hanya tinggal kenangan dibalik  puing-puing dan besi tua yang teronggok, ditutupi semak dan rumput liar” tuturnya, sembari menghela nafas panjang.

“Tapi saya puas, orang disini ramah, apalagi walikotanya sangat baik dan senang menyambut tamu. Satu hal yang tak hilang dari ingatan, pohon mangga yang saya tanam di Wisma Ombilin masih hidup dan berbuah. Tolong jangan ditebang, suatu saat saya datang lagi menikmati kota warisan dunia ini”.tukuknya, dalan bahasa Inggeris bercampur Indonesia.

Usai berwisata ke Sawahlunto, Yanagihara dan istri melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan Bandung, bergabung dengan sahabat lamanya para senior pensiunan Tambang Ombilin seperti, Oscar mardin, Dadzui Ismail, Arifin Thaib, Flidelin Katili, dan lainnya.

Ir.H.Dadzui Ismail, parktisi tambang Ombilin berharap, meski tamnbang Ombilin tidak lagi dioperasikan, tapi tetap harus dirawat sebagai bagian dari perjalanan sejarah peradaban penambangan batubara di dunia, khusunya Indonesia. Karena itu dia layak memperoleh pengakuan sebagai warisan dunia UNESCO.

“saya tak pernah melupakan tambang Ombilin, apalagi dunia, karena memilki sejarah panjang peradaban. baik penambangan batubaranya, maupun transportasi batubaranya dari Sawahlunto melewati kabupaten dan kota di Sumatera Barat, hingga sampai ke pelabuhan Teluk Bayur, Padang (Emma Haven).(IY)

 

Share :
You might also like