Petakan Kondisi Railway, KAI Berencana Operasionalkan Kereta Wisata Sawahlunto

Sawahlunto, airmaggz.com– Naik kereta api tut, tut, tut…..siapa hendak turut,inilah sepotong lirik lagu anak-anak ciptaan Ibu Soed, yang sangat populer dan sering kita dengar tentang kecintaan masyarakat dengan kereta api sebagai moda transportasi publik sekaligus penarik rangkaian gerbong panjang pengangkut batubara dari tambang Ombilin Sawahlunto menuju Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.

Lonceng lokomotif kereta uap itu sudah tak terdengar lagi, sudah mati, seiring di tutupnya operasional penambangan batubara Unit Pertambangan Ombilin yang di kelola PT Bukit Asam Tbk, Dampaknya, jalur rel yang dilalui moda transportasi tersebut juga ditelan bumi, terkubur lumpur dan aspal, serta selimuti semak belukar dengan tebing penahan yang terancam longsor.

 

Beberapa hari lalu, muncul kabar menggembirakan, kondisi railway atau jalur rel kereta api akan di rehabilitasi atau perbaiki, sebagai pertanda kereta api akan hidup lagi. Tapi bukan lagi digunakan sebagai pengangkut batubara, melainkan sebagai kereta api wisata.  

 

Hal ini tergambar dari kunjungan Kasubdit Kerjasama Pengembangan dan Pengawasan Sarana,  Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Suria Abdi, bersama Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Sumbar Suranto, dan Kepala PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Insan Kusuma, disertai Manager Balayasa Sarana Wahyudi, Manager Prasarana Jalan Henky, dan Manager Asset Indra,  meninjau kondisi terkini jalur rel kereta api di wilayah Kota Sawahlunto, dua hari lalu (3/10).

 

Mereka datang untuk memetakan kondisi jalur rel yang mengalami kerusakan dan perlu perbaikan di sejumlah titik. Menurut rencana, transportasi perkeretaapian di daerah ini akan di hidupkan kembali, tapi bukan untuk pengangkutan batubara, melainkan sebagai kereta api wisata, dalam mendukung laju industri kepariwisataan di Sumbar, khususnya dalam menyambut Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO.

 

Para petingi perkeretaapian tersebut dijamu Wakil Walikota Sawahlunto H.Zohirin Sayuti, mereka berbincang dan membahas isu teknis terkait rencana pemetaan kondisi jalur rel yang mengalami kerusakan. Direncanakan dalam waktu dekat, tim ahli akan segera turun untuk melakukan pemetaan jalur rel kereta yang akan diaktifkan lagi untuk mendukung destinasi wisata di kota ini

 

Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Sumbar, Suranto, kepada airmagz.com mengatakan, ada beberapa spot kondisi bantalan rel yang mengalami kerusakan dan pelapukan, termasuk drainase dan dinding penahan tebing yang terancam rawan longsor, serta berbagai kerusakan lainnya yang patut mendapat perhatian, dilihat dari aspek keselamatan. Hal ini jadi catatan untuk pembenahan kerusakan jalur  yang dipetakan.

 

“Kami berharap tim pemetaan kerusakan segera turun melakukan berbagai kajian dalam waktu dekat. Agar kondisi jalan dapat diperbaiki dari ancaman kerusakan, sehingga dapat dilalui lokomotif uap yang kini sedang standby” ungkap Suria Abdi.   

  Angin segar dari tim Dirjen Perkeretapaian itu disambut antusias Pemko Sawahlunto, sebagaimana dikatakan Wakil Walikota H.Zohirin Sayuti, di aktifkannya kembali jalur rel kereta untuk lokomotif uap E 1060 yang dinamai “Mak Itam” mampu mengobati kerinduan masyarakat dan wisatawan yang mulai berdatangan semenjak ditetapkannya tambang Ombilin sebagai warisan dunia. 

 

Alhamdulillah, kita pasti mendukung upaya institusi perkeretaapian dalam melakukan pemetaan kondisi jalur rel yang akan dilewati kereta api nanti. Ini pertanda, Mak Itam akan hidup atau diaktifkan lagi oleh pihak PT KAI.tutur Zohirin Sayuti. (IY)

Share :
You might also like