White Car Indonesia, Andalkan Kebersamaan dan Kekeluargaan

Selain menambah teman baru, menjadi anggota di sebuah komunitas mobil juga akan mendapatkan keuntungan lainnya, misalnya mulai dari keuntungan mendapatkan pengetahuan lebih dalam tentang mobil, mendapatkan diskon khusus bagi anggota komunitas, mendapatkan bantuan dari member lainnya di saat menghadapi masalah, serta mendapatkan kebersamaan menjalankan hobi bersama para member lainnya.

Hal itu juga rupanya  yang menjadi alasan bagi para penggemar mobil berwana putih untuk bergabung di dalam satu wadah bernama White Car Indonesia (WCI). Tak mengherankan bila para member komunitas yang mengusung moto  “We Are White We Are Family” ini memiliki banyak kesamaan, misalnya sama-sama hobi ngumpul dan sama-sama ingin memperbanyak teman atau relasi.

Menurut Sekretaris Jenderal  WCI Sarief Gunawan, Komunitas White Car Indonesia berdiri pada 24 November 2013, tepatnya saat dideklarasikan di Restoran Sindang Reret, Karawang. Jumlah anggota WCI pada saat dideklarasikan pertama kali di tahun 2013, kata Sarief, hanya 25 sampai 30 orang.

Foto : Dokumentasi WCI

Lalu seiring berjalannya waktu, jumlah member tadi per Februari 2018 mencapai 3.300 orang. Kemudian pada Juni 2018 nanti, Sarief yakin jumlah member WCI seharusnya sudah mencapai 3.500 orang. “Dari sekitar 3.300-an member tadi, persentase jumlah member prianya mencapai 65 persen, sedangkan member wanita sekitar 35 persen,” tutur Sarief kepada Airmagz beberapa waktu lalu.

Untuk bisa bergabung menjadi member WCI, kata Sarief, syaratnya tidaklah berat dan sangat mudah. “Calon member WCI diwajibkan memiliki SIM A dan harus memiliki mobil berwarna putih, entah dari merek apapun dan berapapun tahun produksinya,” ungkapnya.

Dan lantaran memiliki jumlah member di atas 3.000-an, Sarief mengatakan, wajar bila di setiap kali ada event, jumlah iring-iringan mobil yang mengusung nama WCI bisa mencapai 250-300-an mobil.

Kantor Pusat WCI ada di Grand Wisata Bekasi. Alasan mengapa menjadikan Grand Wisata Bekasi sebagai kantor pusat, menurut Sarief, adalah karena di tempat itulah pertama kali para member WCI mengadakan kopdar.

31 Region di Seluruh Indonesia

Sarief lalu menerangkan ihwal keberadaan perwakalian-perwakilan WCI Pusat di tiap-tiap daerah. Bila di komunitas mobil lain perwakilan di daerah biasa disebut dengan istilah chapter, khusus di WCI istilah bagi perwakilan tadi disebut regional.

Di WCI, Sarief menjelaskan, jumlah regional yang ada sudah mencapai 31 regional dan tersebar di seluruh pulau-pulau yang ada Indonesia. Dan dari 31 regional tadi, Bekasi adalah regional yang jumlah membernya paling banyak, dengan jumlah sekitar 500-an anggota.

Adapun ke-31 regional tadi meliputi Regional Bogor, Betawi, Bekasi, Cikarang, Tangerang United, dan Banten ada di wilayah Jabodetabek. Lalu Regional Purwasuka, Cianjur, Bandung, Cirebon, Garut, Sukabumi, dan Tasikmalaya di wilayah Jawa Barat.

Foto : Dokumentasi WCI

Ada pula Regional Semarang, Soloraya, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, dan Pekalongan yang ada di wilayah Jawa Tengah. Kemudian Regional Surabaya di wilayah jawa Timur dan Regional Bali di Wilayah Bali.

Regional lainnya adalah Sum-Sel, Lampung, Pekanbaru, Padang, dan Medan yang ada di wilayah Sumatera.  Sedangkan Regional Makassar, Bulukumba, Bone, dan Gorontalo ada di wilayah Sulawesi. Dan yang terakhir, Regional Kaltim yang ada di wilayah Kalimantan.

“Jadi hanya Papua yang belum memiliki regional. Dan tiap-tiap regional tadi dipimpin oleh ketua Regional. Sedangkan jajaran pengurusnya ditetapkan dan disahkan oleh Ketua Umum WCI. Lalu, masing-masing ketua regional diberikan mandat oleh Ketua Umum WCI untuk mengembangkan dan menjakankan kegiatan organisasi WCI di wilayahnya masing-masing,” papar  laki-laki yang mengantongi nomor member WCI.B-017 ini.

Kegiatan Sosial dan Touring

Layaknya komunitas mobil lain yang juga memiliki kegiatan positif berupa bakti sosial, WCI juga menggalakkan program memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para korban bencana alam. “Misalnya kepada para korban letusan Gunung Agung di Bali, korban bencana alam di Kalimantan, korban banjir di Muara Gembong Bekasi, dan berbagai daerah bencana lainnya,” ungkap Sarief.

Ada pula kegiatan sosial yang rutin dilakukan para member WCI setiap tahun, yaitu di setiap bulan Ramadhan. “Di bulan suci itu kami di semua regional rutin menggelar kegiatan nasional dengan nama WCI Peduli. Bentuk kegiatanya juga menyalurkan bantuan kepada korban-korban bencana alam. Jadi di 30 regional yang ada, kami melakukan kegiatan sosial di masing-masing regional, tapi dilakukan secara serentak,” papar Sarief.

Sementara dalam hal touring, Sarief mengaku terakhir kali menjalani kegiatan touring yang berkala nasional adalah saat Anniversary Regional Garut. “Jadi waktu itu Regional Garut merayakan hari jadinya. Dengan demikian, regional-regional lainnya, seperti bogor, Banten, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Cikarang, Solo, semuanya bergerak ke Garut,” ujarnya.

Sementara event terbesar yang dalam waktu dekat akan dijalani WCI adalah melangsungkan acara Kopdar Nasional sekaligus Musyawarah Nasiomal (Munas) yang kedua untuk pemilihan ketua umum barunya. Acara besar tersebut akan dilakukan pada 17, 18, 19 Agustus 2018, dengan lokasi di Hotel Marriott Dago.

“Sebab, masa jabatan ketua umum kamunitas kami ini sesuai AD/ART adalah 3 tahun. Tapi sepertinya di munas kedua nanti akan ada perubahan masa jabatan ketua umum menjadi hanya dua tahun,” kata Sarief.

Share :