Tomi Aryanto Dukung Ibu Kota Pindah Tapi Kritik Terus Berjalan

Jakarta, airmagz.com – Direktur Tempo Media Group Tomi Aryanto mendukung pemindahan Ibu Kota yang diperkirakan rampung tahun 2025. Ia mengatakan akan mendukung apapun yang dipersiapkan pemerintah dalam proses pemindahan Ibu Kota ini, asalkan pemerintah menggarap secara serius atau tidak main-main.

Dalam kegiatan diskusi yang diselenggarakan Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan dengan Tempo Group (10/10), Ia menyampaikan hal yang serupa dengan Menteri Perhubungan Budi Karya, bahwa hal terpenting dari pemindahan ibu kota adalah pembangunan infrastruktur yang di dalamnya ada sarana transportasi yang memadai.

“Kami sebagai media akan mensuport apapun yang dipersiapkan pemerintah selama pemerintah tidak main-main,” katanya. Tomi menyoroti masalah Ibu Kota yang sekarang tidak kunjung terselesaikan, di antaranya adalah kemecetan dan polusi udara yang kian parah dan memperburuk kesehatan warga yang bekerja dan tinggal di Jakarta.

“Ibu kota baru haruslah lebih baik daripada Jakarta, dalam hal sisi lingkungan maupun transportasti terutama yang selama ini kita derita, di Jakarta ini setiap hari macet luar biasa yang secara ekonomi sangat costly, sangat berbiaya mahal dan juga tidak sehat bagi kita semua,” Ungkapnya.

Kendati menyetujui perpindahan ibu kota, sebagai orang media dirinya tidak akan berhenti memberikan kritik kepada pemerintah, menurutnya kritik adalah bentuk teguran yang baik terhadap pemerintah.

“Kalau ada satu-dua kritik kami sebagai media, pak mohon maaf jangan buru-buru marah biasa saja, karena kami memang bertugas untuk itu. Kalo media tidak mengkritisi berarti kita gak kerja, itulah tugas konstitusional kami sebagai media publik yang tadi punya semboyan untuk publik dan demi republik, ujar Tomi.

Kritik yang dilayangkan kepada pemerintah adalah bentuk kepedulian media sebagai pengawal jalannya demokrasi di Indonesia, saat media berhenti mengkritik tandanya demokrasi sudah di ambang bahaya, “intinya kita semua puya maksud yang baik, kalo pun sedikit mengkritisi memang itu tugas kami, kalo kita lihat tidak ada lagi media yang kritis kita harus waspada berarti demokrasi kita sudah di ambang bahaya, jadi saya kira itu intinya saya berharap, berdoa, mudah-mudahan apa yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah lancar dalam menyiapkan ibu kota yang baru,” Pungkasnya. (IH)

Share :