Kembangkan Homestay, Deputi I Pemasaran Rizki Handayani : Tingkatkan Kualitas Destinasi dan Atraksi

Sawahlunto,airmagz.com- Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani, dari Kementerian Pariwisata RI hadir di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu malam (13/10), membuka iven “Sawahlunto Internasional Homestay Fair 2019”, yang berlangsung selama tiga hari, Minggu hingga Selasa (13-15/10), di Sawahlunto.

Kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) terhadap pengelola homestay, Kementerian Pariwisata RI mendukung iven tersebut dengan mengutus Deputinya Rizki Handayani, hadir memberikan motivasi terhadap pertumbuhan industri kepariwisataan tanah air, khususnya keterlibatan homestay sebagai sebuah solusi memanjakan kalangan turis atau wisatan yang berkunjung ke kota ini.

Rizki Handayani, peraih penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Utama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, mengingatkan, homestay sebagai sebuah industri rumahan harus mampu memanfaatkan peluang dengan cara meningkatkan pelayanan terhadap konsumen. Selain menawarkan paket inap, konsumen juga di suguhi berbagai paket atraksi dan destinasi wisata menarik.

“Untuk Sawahlunto saya cukup kagum,karena memiliki ikon kuat sebagai World Heritage UNESCO. predikat baru ini memberi peluang terhadap pengembangan industri pariwisata di Sumatera Barat, khususnya Sawahlunto. Untuk itu, homestay harus siap dengan manajemen pengelolaan yang baik, serta dibekali paket atraksi dan destinasi yang menarik pula.”  tutur Rizki Handayani.

Di kemukakan dia,  pihaknya Kementerian Pariwisata bersedia untuk mendukung melalui berbagai program tersedia. Diantaranya, bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk melaksanakan pelatihan dan pemberdayaan pengelola homestay di berbagai daerah seluruh nusantara.

“Kami buka pintu lebar bagi Pemkot Sawahlunto dalam menjalin komunikasi dan koordinasi tentang program-program pembangunan kepariwisataan dari Kementerian Pariwisata RI. Termasuk manajemen  tata kelola homestay maupun pendampingan serta pemembinaan terhadap pengelola homestay. Nanti kita lihat, program apa saja yang cocok untuk dikembangkan bagi Kota Sawahlunto,” ungkapnya dia.

Rizki Handayani, dibagian kalimatnya berpesan, agar promosi wisata dan homestay di Sawahlunto diiringi pula dengan peningkatan kualitas dan kuantitas destinasi maupun atraksi pariwisata..

“Jangan sampai promosinya begitu gencar, kemudian mampu membuat angka kunjungan wisatawan terdongkrak signifikan, tapi destinasi wisatanya sepi atraksi, sehingga menjadi tidak menarik wisatawan untuk datang ke kota ini, bahkan bisa menimbulkan rasa kecewa. Hal ini sngat berbahaya, karena dapat menghilangkan kepercayaan dan menghancurkan brand image yang dibangun selama ini,” ungkap Rizki Handayani, menggugah.

Sementara, Wako Sawahlunto Deri Asta mengemukakan, di Sawahlunto ada sekitar 50 homestay yang tergabung dalam Asosiasi Homestay Sawahlunto. Keberadaannya sangat bersaing dengan tingkat hunian hotel yang ada, kondisi ini menunjukkan homestay semakin digemari untuk memanjakan wisatawan berada di rumah inap seperti dirumah sendiri ini.

Satu hal, lanjut Deri, selain seperti dirumah sendiri, pengelola  homestay harus mampu memanfaatkan sarana teknologi informasi jaringan internet. Sebab, fasilitas ini sangat membantu kalangan pengelola homestay dalam bertransaksi secara online.

Sementara, Kapolres Sawahlunto, AKBP. Junaidi Nur, yang ikut hadir diacara itu turut menjamin kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan yang datang ke Sawahlunto. Dia akan mengerahkan anggotanya untuk berpatroli agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi tamu yang datang dan menginap.

“Untuk memberikan rasa aman bagi wiastawan, Insya Allah saya tengah merencanakan pembentukan polisi wisata untuk mendukung semua itu. Soal teknis operasionalnya, nanti akan kami pelajari secara dalam”. kata dia.

Pada acara malam pembukaan SIHS 2019 lalu, hadir Kadis pariwisata Sumbar Oni Yulfian, Wakil Ketua DPRD Sumbar Sawwipen, erta dua anggota DOPRD Sumbar masing-masing Taufik Syahrial dari Partai Nasdem, dan Rico Alviano dari Partai Kebangkitan Bangsa. (IY)

 

Share :
You might also like