Garuda Optimis Penggunaan Drone Kargo Segera Terealisasi

Jakarta, airmagz.com – Garuda optimis penggunaan drone atau pesawat tanpa awak untuk angkutan logistik akan terealisasi di tahun 2021 mendatang. Rencananya drone akan digunakan Garuda untuk mengirim barang ke berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha PT Garuda Indonesia Mohammad Iqbal mengatakan, drone digunakan untuk memperpendek waktu pengiriman barang dari Sabang sampai Merauke. Sebelumnya pengiriman barang membutuhkan waktu 3-7 hari  dengan menggunakan drone barang bisa sampai ke tujuan hanya dalam waktu 24 jam.

“Drone adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita tolak. Keberadaannya akan kita manfaatkan untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang kargo dengan mempersingkat waktu pengiriman,” katanya dalam acara diskusi Menata Drone di Langit Pertiwi: Potensi dan penerapannya sebagai angkutan logistik udara nasional, di Hotel Morrissey Jakarta (22/10).

Untuk merealisasikan rencana penggunaan drone sebagai angkutan logistik dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, terutama perusahaan pengiriman barang yang sudah ada saat ini. Dengan begitu perusahan jasa pengiriman barang tidak harus membuat jaringan baru untuk melebarkan sayap usahanya.

Iqbal juga menambahkan penggunaan drone akan membuka peluang usaha baru. “Semua orang bisa kirim barang asal bertanggung jawab. Jadi mirip kayak Gojek, dulu-duluan ordernya,” ujarnya.

Senada dengan Iqbal, Direktur Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmojo mengatakan bahwa drone adalah sebuah keniscayaan, namun dibalik itu ada sebuah ancaman yang harus dipertimbangkan.

“Sebuah keniscayaan bahwa drone akan berseliweran di langit kita. Namun peningkatan penggunaan drone sama dengan peningkatan resiko di dunia penerbangan”, ungkap Djoko.

Menurutnya Kementerian Perhubungan harus segera menyiapkan regulasi yang jelas dan rigit terkait izin operasional drone agar tidak mengancam keselamatan dan efektivitas kerja.

Dalam acara yang sama, Direktur Operasi AirNav Indonesia Mohkhamad Khatim menekankan untuk segera regulasi penggunaan drone dibuat. AirNav sebagai Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia akan melakukan assessment. Hasil dari assessment itu akan diajukan kepada regulator untuk dijadikan bahan pertimbangan membuat regulasi. (IH)

Share :
You might also like