India Larang Airbus A320NEO Mengudara, Kenapa?

Jakarta, airmagz.com – Regulator keselamatan penerbangan India mengancam akan melarang maskapai IndiGo menerbangkan jet A320neo dengan dua mesin seri 1100. Padahal, maskapai ini memiliki 16 unit pesawat Airbus A320neo yang telah beroperasi lebih dari 3.000 jam.

Peringatan dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) itu dikeluarkan menyusul kejadian mesin mati pada tiga pesawat jet A320neo milik IndiGo. Januari lalu, penerbangan ke Kolkata harus kembali ke Chenai karena mengalami gagal mesin. Seorang sumber melaporkan, ada suara keras disusul asap dan getaran hebat pada pesawat tersebut.

Indiatoday melaporkan, dua pesawat jet A320neo milik IndiGo sebelumnya juga mengalami gagal mesin. Desember 2018, pesawat terpaksa mendarat di Kolkata lantaran kabin pesawat dipenuhi asap. Di bulan yang sama, penerbangan dari Port Blair ke Kolkata dilaporkan mengalami gagal mesin.

Akibatnya, ke-16 pesawat Airbus SE A320neo yang dioperasikan IndiGo terancam dikandangkan jika dalam dua minggu maskapai tersebut tidak memperbarui mesin Pratt & Whitney (PW) yang digunakan pada pesawat-pesawat tersebut. Mesin PW telah digunakan di semua pesawat A320neo milik maskapai IndiGo selama lebih dari 2.900 jam. Pesawat-pesawat tersebut harus dilengkapi setidaknya satu mesin LPT (turbin bertekanan rendah) yang dimodifikasi.

“Jika gagal, semua pesawat ini harus di-ground. Ini dilakukan setelah mempelajari polanya dan mengevaluasi risikonya,” kata DGCA, dikutip rt.com, Selasa (29/10/2019).

A320neo dibuat oleh pabrik pesawat airbus Eropa dan ditenagai mesin turbofan PW yang dibuat pabrik pesawat Amerika. Mesin pesawat PW banyak digunakan dalam penerbangan sipil dan militer.

IndiGo merupakan pelanggan A320neo terbesar di dunia. Pada 30 September lalu, maskapai ini tercatat memiliki 89 unit A320neo. Pada bulan Juni, IndiGo memesan mesin senilai US$20 miliar dari perusahaan patungan General Electric dan Safran Prancis.

Namun, Agustus lalu, DGCA memerintahkan IndiGo dan saingannya, Go Airlines India, untuk tidak menerima mesin tanpa versi turbin seri 1100 yang telah dimodifikasi. (IMN/WartaEkonomi.co.id)

Share :
You might also like