Boeing 737 NG Yang Retak Ditargetkan Megudara Kembali Di Akhir Tahun

Jakarta, airmagz.com -Nasib lima pesawat Boeing 737 NG yang mengalami keretakan pickle fork menemui titik terangnya, pihak Boeing menargetkan sebelum akhir tahun ini ke lima pesawat tersebut akan kembali mengudara. Sebelumnya diketahui bahwa keretakan itu ditemukan pada 1 pesawat milik Garuda Indonesia, 2 milik Lion Air, dan 2 lagi milik Sriwijaya Air.

Sampai sekarang ini kelima pesawat itu masih di grounded, masing-masing pihak maskapai masih menunggu teknisi dari Boeing. Direktur Teknik Dan Layanan Garuda Indonesia, Iwan Joeniarto megatakan, pihaknya masih menunggu penanganan dari teknisi Boeing langsung. “kita masih menunggu orang Boeing, sampai sekarang ini mereka masih sibuk, saya belum bisa pastikan tapi akan segara tiba dalam waktu dekat,” katanya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Senada dengan Iwan, Direktur Utama Lion Air Rudy Lumingkewas juga menyampaikan bahwa Lion Air masih menunggu kedatangan teknisi dari boeing karena yang mempunyai part yang mengalami kerusakan itu hanya pihak Boeing, “itu servis buletin, keluar, diperiksa, diperbaiki cek lagi airworthinessnya bisa saja keluar dan kita sudah kordinasi dengan Boeing, kita lagi nunggu partnya dari Boeing partnya setelah dipasang kita cek ulang, Boeing menargetkan sebelum akhir tahun sudah selesai” ujarnya kala ditemui di tempat yang sama.

Garuda dan Lion mengklaim mengalami kerugian akibat dikandangkannya Boeing 737NG ini, namun belum dikalkulasikan secara spesifik, Iwan Joeniarto mengatakan Garuda mengalami kerugian tapi persisnya belum diektahui. “Kerugiannya ada , tapikan ini baru sebulanan kalo gak salah, kita akan kalkulasi scame nya aja kita belum dapat dari Boeing bagaimana saya mau ngomong berapa kerugianya, tapi itu Boeing bertanggung jawab tinggal kita tunggu saja,” terang Iwan.

Lion pun belum bisa membeberkan kepada publik soal kerugian yang dialami akibat dua pesawat 737 NG yang di grounded, pihaknya mengklaim mengalami oportunity lost yang cukup tinggi, “yang pastikan oportunity lostnya cukup banyak, yang namanya benda bergerak gak bisa bicara b to b saklek gabisa,” pungkas Rudy. (IH)

Share :
You might also like