Meski Bermasalah, India Tetap Pesan 2.380 Pesawat Milik Boeing

Jakarta, airmagz.com – Boeing Co mengatakan maskapai India akan memesan sekitar 2.380 pesawat buatannya selama 20 tahun ke depan. Jumlah itu naik 80 unit dari perkiraan tahun lalu.

Naiknya jumlah pesanan dikarenakan jumlah penumpang pesawat India juga mencatatkan kenaikan sekitar 20% dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat India menjadi salah satu pasar penerbangan yang tumbuh paling cepat di dunia.

Namun begitu, jumlah penerbangan sempat menurun tahun ini setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan Jet Airways Ltd pada bulan April. Serta, akibat kondisi ekonomi negara yang semakin lemah.

Mengutip Business Times, saat ini Airbus SE mendominasi pangsa pasar pesawat di India. Ini terjadi karena maskapai terbesar di negara itu, Interglobe Aviation Ltd IndiGo, mengoperasikan armada keluarga all-A320 buatan perusahaan Eropa itu. Maskapai ini pada bulan lalu juga memesan 300 lagi pesawat Airbus.

Selain mengumumkan pembelian India, dalam kesempatan itu Hulst juga membeberkan tentang upaya Boeing untuk dapat kembali mengoperasikan pesawat 737 MAX yang sedang dilarang terbang (grounded) di seluruh dunia. Boeing mengatakan pesawat ini kemungkinan akan mulai bisa kembali terbang pada kuartal keempat di Amerika Serikat (AS).

Pesawat 737 MAX buatan perusahaan AS ini telah dilarang terbang di banyak negara di dunia setelah mengalami dua kecelakaan fatal yang menyebabkan 346 orang tewas secara total.

Dari keseluruhan korban tewas, sebanyak 189 orang adalah penumpang pesawat Lion Air Flight 610 yang jatuh di perairan Indonesia pada Oktober 2018. Sementara sisanya adalah penumpang pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh lima bulan setelah Lion Air.

Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan dan perbaikan pada pesawat 737 MAX. Administrasi Penerbangan Federal (FAA), yang turut menyelidiki penyebab kecelakaan, diperkirakan tidak akan mengijinkan 737 MAX untuk beroperasi sampai paling tidak Desember. (IMN/CNBCIndonesia.com)

Share :
You might also like