Singapura-Indonesia Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini di Jawa Barat

Jakarta, airmagz.com – Singapore International Foundation (SIF), bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) cabang Jawa Barat dan Singapore University of Social Sciences (SUSS), meluncurkan program pembentukan kapasitas diri yang akan terselenggara selama dua tahun di Bandung pada hari Senin (4/11). Proyek Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education Project, ECE) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendidik anak usia dini di provinsi Jawa Barat.

Selama dua tahun ke depan, tim Singapore International Volunteers (SIVs) yang terdiri dari anggota fakultas program ECE di SUSS akan bekerja sama dengan spesialis ECE Indonesia, yang merupakan anggota terdaftar IGTKI. SIV akan melatih anggota mereka di Indonesia dengan cara berbagi pengetahuan, keterampilan, dan praktik terbaik di bidang ini. Dengan cara Training on Trainers (ToT), 50 pelatih utama akan dilengkapi dengan keterampilan pedagogi dan penilaian kualitas, agar memungkinkan mereka untuk berbagi pengetahuan dengan 250 rekan mereka di sektor ini. Proyek ECE diharapkan dapat memberikan dampak positif pada lebih dari 9.000 anggota masyarakat Indonesia selama dua tahun kedepan, termasuk para siswa, guru, orang tua dan wali.

Proyek ini memiliki dua tujuan, yaitu untuk membekali para praktisi ECE di Jawa Barat dengan keterampilan yang telah diperkuat dalam layanan ECE, serta meningkatkan kapasitas pelatihan praktisi ECE untuk memastikan keberlanjutan proyek secara jangka panjang.

Singapore International Volunteer Associate Professor Sirene May-Yin Lim, Academic Lead, Early Childhood Education Programme, SUSS berinteraksi dan membagikan pengetahuan di sesi lokakarya proyek ECE kepada para spesialis ECE Indonesia dari IGTKI. Para pelatih utama asal Indonesia akan dilengkapi dengan kemampuan yang telah disempurnakan untuk melanjutkan pengetahuan yang diperoleh kepada 250 rekan kerja mereka pada sektor tersebut.

Keberhasilan proyek ini dapat dilihat melalui tiga komponen – pelatihan untuk memfasilitasi pengembangan diri para praktisi profesional ECE; ToT untuk mewujudkan pelatihan yang tersalurkan, serta keberlanjutan proyek; pengembangan dan implementasi sumber daya untuk praktisi ECE di luar program dapat dimanfaatkan demi memastikan keberlanjutan proyek. Komponen-komponen ini juga akan memfasilitasi hubungan lintas negara dan berbagi pengetahuan secara praktik di sektor ECE.

Setelah proyek ini berakhir, para peserta diharapkan sudah memahami dan melaksanakan strategi pedagogis mendasar, lalu meningkatkan layanan ECE mereka. Kerangka kerja penilaian kualitas akan diterapkan untuk menilai kompetensi peserta pelatihan dalam menerapkan pembelajaran mereka.

Kegiatan peluncuran ini diadakan di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Bandung, Jawa Barat. Tempat ini merupakan tempat asosiasi guru terbesar di Indonesia. Sambutan dari acara ini oleh Mr Jaryll Chan, Division Director, Programmes, SIF; Ibu Renni Kusaneni, Ketua, IGTKI Jawa Barat; Dr Edi Parmadi, Kepala PGRI, cabang Jawa Barat; SIV dan Associate Professor Sirene May-Yin Lim, Pemimpin Akademik, Early Childhood Education Programme, S R Nathan School of Human Development, SUSS.

Mr Jaryll Chan, Division Director, Programmes, SIF mengatakan: “SIF percaya bahwa ketika orang-orang dari budaya berbeda dapat berkolaborasi, akan terjadi perubahan positif yang tidak terbatas. Upaya bersama antara Singapura dan Indonesia ini sangat penting, karena kedua negara telah mengisyaratkan pentingnya pendidikan anak usia dini agar dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat. Kami berharap hal ini dapat memperkuat persahabatan antara kedua negara melalui proyek yang sangat bermakna ini.”

“Anak-anak adalah masa depan dunia. Pendidikan mereka penting untuk memastikan bahwa mereka sudah dibekali dengan keterampilan yang mereka butuhkan saat mereka akan memegang kendali dunia ini. IGTKI senang bekerja sama dengan semua mitra terkait program Early Childhood Education, termasuk dengan mitra Singapura kami. Kami bangga dengan SIF dan SUSS yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di negara kami. Kolaborasi ini akan memungkinkan kami untuk menciptakan dunia yang lebih baik untuk anak-anak kami,” kata Ibu Renni Kusnaeni, Ketua IGTKI.

SIV dan Associate Professor Sirene May-Yin Lim, Pemimpin Akademik untuk Program Pendidikan Anak Usia Dini di SUSS, mengatakan: “Pendidikan anak usia dini memainkan peran penting dalam membangun masyarakat karena mendukung pengembangan manusia selama bertahun-tahun. Penting bagi setiap negara untuk berinvestasi dalam pendidikan anak usia dini, yang membentuk fondasi untuk pembelajaran seumur hidup. Saya senang menjadi bagian dari kolaborasi yang berguna antara Singapura dan Indonesia ini melalui karya SIF dan para mitranya. Saya menantikan wawasan yang diperoleh dari rekan-rekan saya di Indonesia dan melakukan apa yang harus saya kerjakan dalam berkontribusi pada ranah ECE global.”

Proyek SIF di Indonesia dimulai pada tahun 1992 terutama di bidang kesehatan dan proyek peningkatan kapasitas pendidikan, dan dalam beberapa tahun terakhir termasuk proyek di bidang kewirausahaan social, seni dan budaya. Secara global, Proyek Pendidikan Anak Usia Dini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Tujuan 4: Pendidikan inklusif dan berkualitas dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua, dan Tujuan 17: Kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. (IMN)

Share :