Gila! Kaca Jendela Pesawat di India Retak Berbalut Selotip

Jakarta, airmagz.com – Seorang penumpang pesawat di India mendapati jendela kabin di sebelah kursinya retak. Ngerinya lagi, retakan itu cuma diatasi dengan selotip.

Hariharan Sankaran, nama penumpang itu, mendapati kondisi ini di pesawat SpiceJet dari Mumbai ke New Delhi. Ia ngeri sekali melihat jendela kabin retak itu seolah hanya diperbaiki menggunakan selotip.

Sebagai perwujudan rasa ngeri, sekaligus bentuk protesnya kepada maskapai penerbangan dan otoritas terkait, Sankaran pun mencuitkan kondisi tersebut di akun Twitter-nya.

“Penerbangan SpiceJet SG8152 (VT-SYG) Mumbai ke Delhi (5 Nov 2019) dengan jendela pecah diselotip. Bukankah itu masalah keamanan utama? Adakah yang mendengarkan?” tulisnya.

Postingannya ini dengan cepat direspons akun resmi SpiceJet. Diberitakan Daily Mail, juru bicara maskapai mengatakan bahwa keselamatan penumpang di pesawat adalah prioritas mereka. Ia juga mengklaim bahwa insiden tersebut telah disampaikan pada pimpinan SpiceJet.

Namun, penumpang lain lantas merespons, “Jika jendela itu diselotip, berarti seseorang telah melihat dan mengetahui situasi itu sebelumnya.”

Sementara itu India Today melaporkan bahwa jendela SpiceJet hanya terkelupas di bagian dalamnya dan panel luar tidak rusak. Sementara itu, pesawat ini dilaporkan mendarat 28 menit lebih lambat dari yang dijadwalkan.

Akun maskapai juga memposting hal senada, bahwa keretakan itu tampaknya hanya terdapat di lapisan dalam jendela. Sedangkan lapisan luarnya masih baik-baik saja.

“Kami ingin memberi tahu Anda bahwa celah yang ada di panel flexi bagian dalam diperbaiki pada hari yang sama. Tujuan panel bagian dalam adalah untuk melindungi jendela dari goresan. Panel bagian dalam tidak membawa beban tekanan struktural.”

Namun, wajar pula jika penumpang merasa ngeri melihat kondisi jendela pesawat yang ditumpanginya seperti itu. Apalagi potensi jendela pesawat pecah dalam penerbangan amatlah berbahaya dan dapat berakibat sangat fatal. Sebagai gambaran, saat pesawat terbang di ketinggian 10 ribu kaki maka oksigen yang tersedia tak cukup bagi penumpang untuk bernapas sehingga kabin harus diberi tekanan.

Jika jendela pecah, udara luar akan masuk dengan sangat cepat sebagai upaya untuk menyamakan tekanan kabin. Bila hal ini terjadi, penumpang bahkan bisa tersedot keluar dari pesawat. (IMN/Detik.com)

Share :