Candu Games Online Candu Generasi Millenial

Oleh : Captain Panda

Pengamat Penerbangan

Kemenangan Empire barat terhadap timur, sejatinya diawali sejak runtuhnya Kekaisaran Tiongkok paska perang candu dimana menyebabkan sebuah Kekaisaran yang telah berdiri selama ribuan tahun runtuh. Negeri Tirai Bambu tersebut runtuh karena tergiur oleh nikmatnya buaian candu.

Candu yang dalam bahasa sekarang disebut narkoba adalah sebuah zat psikotropika yang mempengaruhi badan manusia serta merusak sel-sel darah dalam otak manusia sehingga generasi yang seharusnya dapat menjadi andalan sebuah bangsa justru menjadi sebab mundurnya sebuah bangsa.

Namun, pada generasi milenial walaupun narkoba masih tetap eksis, yang berwujud barang kasat mata dan mulai banyak yang menyadari dengan tingkat pendidikan yang memadai tentang bahaya narkoba itu sendiri telah muncul sebuah candu baru yang sama bahayanya dengan narkoba namun tidak kasat mata dan sedikit sekali yang menyadari.

Games Online, adalah candu gaya baru yang disodorkan oleh bangsa penghancur generasi muda yang ingin kompetitornya kalah dalam sebuah perang tak berwujud dan tanpa senjata. Sasaran games online adalah dimulai dari anak berusia lima tahun dimana ibu-ibu muda merasa lebih mudah menjaga anak balitanya ketika diam menangis setelah diberikan games online.

Games online memang dibuat sedemikian rupa sehingga sangat menarik dengan sound effect dan virtual effect yang sangat real sehingga menyebabkan pemainnya merasa masuk dalam permainan tersebut dan merasa kemenangan nyata ketika berhasil mengalahkan lawannya.

Seakan-akan, dalam setiap permainan, pemain merasakan bersosialisasi secara intensif dengan komunitas permainannya, walaupun mereka tidak pernah tahu persis siapa teman online nya. Kadang anak berusia 10 tahun dia bersosialisasi dalam games online dengan seorang dewasa berusia tiga kali usianya dimana tutur kata dan pola pikir bahasa sangat berbeda dan membuat si anak kecil lebih cepat paham kedewasaan.

Efek suara dan visual yang begitu nyata juga membuat anak-anak kecil pengguna games online merasa bahagia ketika berhasil membunuh lawannya

secara sadis, padahal dalam usia gemilang anak-anak tersebut sewajarnya sangat tidak membutuhkan pengetahuan yang bersifat dewasa maupun terkait dengan perbuatan sadis maupun pornografi.

Anak-anak generasi milenial yang seharusnya menjadi generasi pemicu kebangkitan bangsa telah rusak jiwanya karena “dewasa sebelum waktu berkembang” dan gagal memiliki teman nyata dalam dunia nyata karena mereka berfikir bahwa teman-teman online nya adalah satu-satunya sosialisasi terhebat.

Sedemikian halnya dengan candu narkoba, bahaya candu games online ini telah berhasil membentuk generasi pembunuh liar dimana seorang anak yang tega membunuh orang tua, seorang ayah yang mau memperkosa
anak kandungnya dan seorang ibu yang ikhlas membuang anak bayi hasil hubungan rahasianya di tepian sungai.

Telah tercipta sebuah generasi yang memelas serta menyedihkan karena pengaruh games online telah merasuki untuk merusaki sistem syarat otak manusia yang sejatinya dilahirkan baik namun menjadi menyimpang karena candu games online. Sedikit yang menyadari ancaman bahaya ini pada generasi penerus bangsa seperti candu narkoba diawal berkembangnya di negeri Tiongkok beberapa abad yang lalu.

Perlahan namun pasti, jika tanpa kampanye anti games online dicanangkan oleh pemerintah maka permainan ini akan semakin menjadi pandemi dalam masyarakat global pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.

Salam Anti Games Online

Share :