Nodeflux dan APKASI Berikan Edukasi AI Kepada 22 Perwakilan Dishub Daerah

Jakarta, airmagz.com – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah teknologi informasi termutakhir yang banyak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia.

Sadar akan pentingnya AI, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Indonesia (APKASI) bersama perusahaan vision AI rintisan Indonesia, Nodeflux menggelar loka karya bertajuk “Menata Transportasi, Merajut Nusantara”. Acara tersebut diselenggarakan di Ballroom Kantor Sekretariat APKASI, Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat, Selasa, (26/11).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) APKASI, Najmul Akhyar mengatakan dengan adanya kolaborasi dari perusahaan teknologi berbasis Vision AI seperti Nodeflux, dapat membantu setiap aparat sipil negara (ASN) di setiap daerah.

“Untuk mempercepat pembangunan pola pikir, karakter, serta sikap dari masyarakat dengan berorientasi pada kearifan lokal dan tidak mengacuhkan perhatian pada usaha pemberdayaan masyarakat dengan memberikan solusi berbasis teknologi. Termasuk dalam mendukung peningkatan kualitas layanan di sektor perhubungan dan transportasi,” jelas Sekjen APKASI yang juga Bupati Lombok Utara.

Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi, Retno Sumekar mengatakan agar para wakil Dinas Perhubungan (Dishub) yang datang mulai belajar soal AI kepada anak muda. 

“Bapak dan ibu harus mulai belajar dengan anak muda untuk memperbaiki sarana transportasi di daerahnya masing-masing, apalagi Nodeflux platform kecerdasan buatan asli Indonesia ini, bisa membantu memecahkan masalah transportasi” katanya.

Retno mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Nodeflux dalam membantu pemerintah memecahkan masalah lalu lintas. 

“Nodeflux bisa mengurai kemacetan. Saya kepingin startup Indonesia bangga dan besar di negaranya sendiri. Seminggu kemudian bapak-ibu harus sudah melakukan kerjasama dengan Nodeflux. Supaya Nodeflux bisa jadi tuan rumah di negerinya sendiri,” ujar Retno. 

Sementara itu dalam diskusi panel, Group Product Manager Nodeflux, Richard Dharmadi menguraikan secara sederhana cara kerja dari AI. Ia mengungkapkan cara kerja AI tidak jauh berbeda dengan cara manusia mengajarkan suatu hal kepada anaknya. 

“Cara ngajarin mesin sama kaya kita ngajarin ke manusia, kita kasih soal sekalian dengan jawabannya,” terangnya. 

Richard menjelaskan bagaimana cara mesin dengan AI bekerja. Mulai dari mengenalkan benda-benda yang akan menjadi pengamatannya, sampai bagaimana AI bekerja sesuai dengan pengaturan yang dibuat penciptanya. 

“Supaya mesin itu mengenal objek yang menjadi pengamatannya maka masin harus diajarkan secara berulang-ulang sampai dia mengerti, mungkin bapak-ibu tau pernah ada grand master catur dunia dikalahkan oleh mesin AI. Nah mesin itu sudah diuji coba berkali-kali sampai dia mengerti langkah-langkah yang harus dia ambil,” Ungkapnya. 

Dalam lokakarya itu Nodeflux mempresentasikan produk AI buatannya yang sudah digunakan oleh Kepolisian, Dishub DKI dan Gojek. 

Mereka menggunakan CCTV yang tersebar di berbagai titik di Jakarta untuk merekam video. Video itu sudah dipasang sensor  untuk menghitung jumlah kendaraan yang lewat, kendaraan yang belum membayar pajak,  durasi berhenti suatu kendaraan, dan jumlah  pengemudi Gojek yang lewat di suatu tempat. Data itu digunakan pihak terkait untuk membuat kebijakan atau menganalisa market share. 

“Dengan adanya AI kita tidak harus mantengin CCTV terus, biar pekerjaan yang berat diganti mesin dan manusia kerja yang ringan-ringan saja,” pungkas Richard.

Di akhir acara ini peserta diajak mengunjungi Jakarta Smart City untuk melihat penggunaan AI. Mereka diperlihatkan cara Jakarta memaksimalkan fungsi AI untuk melayani masyarakat. (IH)

Share :
You might also like