Penerima Beasiswa LPDPPK-148 dan LIPI Kolaborasi Ajak Masyarakat Kelola Lingkungan Hidup

Jakarta, airmagz.com – Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang tergabung dalam Persiapan Keberangkatan-148 “Arka Bhumi” berkolaborasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan workshop nasional keterancaman keanekaragaman hayati “Pengelolaan Lingkungan dan Habitat untuk Keberlangsungan Hidup Flora dan Fauna di Indonesia” pada Sabtu (30/11/2019) di Gedung Widyasatwaloka, Bogor.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak polusi plastik dan faktor lainnya yang mempengaruhi keberlangsungan hidup flora fauna serta lingkungan sekitar. Workshop ini juga menghadirkan pembicara dari elemen peneliti (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), pemerintah (Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup) dan Non Government Organization yang dimoderatori oleh salah satu penerima beasiswa LPDP.

LIPI

LIPI sangat mengapresiasi kegiatan Arka Bhumi yang menginisiasi kegiatan peduli pengelolaan sampah. Dimana sampah plastik di Indonesia terletak dari hulu sungai sampai hilir sungai. Indonesia menghasilkan 67 juta ton sampah. Jumlah ini dapat mengancam keanekaragaman hayati. Peran LIPI adalah memberi data scientific terbaru tentang data pengelolaan sampah di Indonesia. Selain itu,data yang ditampilkan akan dibuat menjadi lebih mudah diakses dengan mengkolaborasikan antara bidang sains dan pemahaman masyarakat. Hal tersebut dipaparkan oleh Cahyo Rahmadi selaku Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI.

KLHK

Ujang Solihin Sidik selaku Kasubdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah (PSLB3) KLHK mengatakan untuk dapat membentuk keberhasilan pola perilaku masyarakat Indonesia menjadi lebih peduli pada pengelolaan sampah, dibutuhkan peran edukasi dan intervensi aturan. Salah satu yang paling penting adalah menekankan pada setiap individu bahwa setiap orang bertanggung jawab atas sampahnya sendiri. Dari data KLHK, sebanyak 72 persen masyarakat Indonesia tidak peduli pada pengelolaan sampah. Oleh karena itu, KLHK mendukung terjalinnya kolaborasi dengan berbagai pihak,termasuk elemen masyarakat, salah satunya dengan PK-148 Arka Bhumi agar dapat menjadi agent of change bagi lingkungan sekitarnya.

Tanah Tinggi Highland Conservation

Mohammad Ridwan selaku Founder Tanah Tinggi Highland Conservation mengatakan bahwa pengelolaan sampah di lingkungan gunung belum menemukan cara yang tepat dan berpotensi mencemari sumber mata air. Terlebih lagi, sampah yang ada di gunung,tidak hanya berasal dari penduduk lokal namun juga para pendaki. Sehingga akhirnya timbul masalah baru yaitu ada potensi sampah yang besar ditaman-taman wisata. Memang belum ada data yang pasti mengenai potensi sampah tersebut, tapi memang menurut pantauan kami, jumlah sampahnya tidak sedikit.

Belum lagi masih banyak pendaki dan pengunjung, yang belum mengerti bahwa sampah yang mereka produksi harus mereka bawa turun. Untuk itu, penting memberikan edukasi baik untuk penduduk lokal maupun pendaki dalam mengelola sampah nya. Disamping itu, masalah sampah juga turut mempengaruhi pola perilaku hewan yang juga mempengaruhi keterancaman hayati.

Komitmen PK-148 Arka Bhumi

Adifyan Rahmat Asga, Penanggung Jawab Hubungan Masyarakat dan Media PK-148 Arka Bhumi menjelaskan bahwa mempunyai komitmen penuh untuk menjadikan isu lingkungan sebagai sebuah concern utama. Hal ini diwujudkan melalui berbagai proyek sosial dan kolaborasi dengan para pegiat lingkungan. Salah satunya melalui workshop ini yang berkolaborasi langsung dengan LIPI, Pemerintah dalam hal ini KLHK dan juga NGO dibidang lingkungan, yaituTanahTinggi Highland Conservation. Kolaboras iini diharapkan untuk menjadi langkah awa ldar iterciptanya program-program lanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Tidak hanya di Jakarta, tetapi sudah dimulai berbagai proyek sosial yang juga diselenggarakan olehPK-148 Arka Bhumi di beberapa kota besar lainnya. Misalnya, Bersih Bersih Pantai Kenjeran di Surabaya,Seminar Zero Waste di Makassar, Zero Waste Camp di Yogyakarta Program Agroforestry di Bandung, Waste Selection and Education for Kids di Bali, kampanye Bring Your Tumbler di Sumatera, dan Sosialisasi gaya hidup Simple Action For Environment (SAFE) di Kalimantan. Jadi, kami mengusahakan untuk menjadikan gerakan ini sebagai gerakan nasional.

Khusus di Jakarta, kami mempunyai rencana program lanjutan berupa kegiatan workshop pengelolaan dan pemilahan sampah yang bekerja sama dengan Non Government Organization. Selain itu, akan ada kegiatan bakti sosial berupa pembangunan sarana dan prasarana di kawasan desa binaan yang selanjutnya dapat menjadi desa wisata. (IMN)

Share :