Terengganu Promosikan Homestay Teluk Ketapang, Azmi Aziz : Indonesia dan Malaysia Berpeluang

Terengganu, airmagz.com– Indonesia menjadi destinasi potensial bagi kalangan wisatawan manca negara khususnya Malaysia. Sebaliknya, Malaysia juga menjadi destinasi paling diminati kalangan wisatawan Indonesia karena kedekatannya dengan  budaya kedua negara sebagai bangsa serumpun, disebabkan banyak kesamaan akar budaya, sejarah kerajaan-kerajaan, agama bahkan keturunan yang sama.

Dalam konteks itu, untuk memanfaatkan peluang hubungan government to government  yang sudah terbangun selama ini oleh kedua negara, bisa menjadi pijakan bagi kalangan pelaku bisnis dan industri yang bergerak diberbagai sektor, seperti industri kreatif penginapan murah homestay sebagai penginapan alternatif pengganti hotel yang berbiaya cukup tinggi.

Ketua Pengerusi Homestay Teluk Ketapang, Kuala Nerus, Provinsi Terengganu, Malaysia, Cik Gu Muhammad Azmi A.Aziz kepada airmagz.com mengatakan, dengan adanya ikatan kebudayaan dan keagamaan yang sama dan baik diantara kedua negara, tentu jadi peluang untuk membuka komunikasi secara intens dengan berbagai asosiasi homestay di Asia Tenggara, khususnya Indonesia sebagai bagian dari program smart parnertship yang tengah dia bangun.

Dikatakannya, untuk merealisasikan programnya itu, dia selaku ketua majelis pengerusi (pengurus) homestay Teluk Ketapang bolak-balik datang ke Indonesia mempromosikan destinasi pariwisata yang menarik dan bersejarah, serta penginapan murah homestay dengan konsep bagaikan berada dirumah sendiri di Trengganu, kota pesisir utara Malaysia tersebut. Sebaliknya, dia juga mempromosikan potensi wisata di tanah air yang mungkin jadi referensi bagi kalangan wisatawan asal puak Melayu itu.

Menurut Cik Gu Azmi, Asosiasi homestay Terengganu sering melakukan lawatan untuk membuka keran  promosi ke Indonesia, seperti berdialog dengan Direktur Industri Pariwisata Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika, untuk menggali informasi bagaimana upaya mempercepat pertumbuhan industri pelancongan atau wisata, serta potensi desa wisata dengan homestay-nya sebagai fasilitas inap berbiaya terjangkau dan murah.

Bisma Jatmika, ungkap Azmi, memberikan beberapa kaedah kepadanya bagaimana meningkatkan angka kunjungan wisatawan dari 7 juta hingga mencapai 13 juta orang baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing dari berbagai negara di dunia dalam tempo 3 tahun. Caranya, perlu ada aspek mind set  sadar wisata bagi penduduk yang menyadari bahwa pelancongan adalah sebuah industri yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Tidak sampai disitu, pengurus  homestay Teluk Ketapang juga melakukan lawatan promosi dengan rektor dan  dekan berbagai universitas seperti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Garut, Universitas Surya Kencana Cianjur, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Tim Pengembangan Pendidikan Tinggi Sarekat Islam, serta meningkatkan kerjasama dengan Asosiasi Homestay Sawahlunto di Sumatera Barat.

“Harapannya, dengan adanya lawatan kerja dan promosi ini, kami bisa dapat merealisasikan Visit Malaysia 2020 dan Visit Beautiful Terengganu  2020, khususnya bagi daerah Kuala Nerus dan Homestay Teluk Ketapang dalam melaksanakan Program Pertukaran Siswa dan program cultural exchange. Kami siap menyambut tamu kedua negara, ”  ungkanya dengan nada datar.

Undang Pelaku Homestay

Homestay Teluk Ketapang sebagaimana dikatakan Azmi, baru saja melakukan pertemuan tahunan dengan Persatuan Kampung Stay & Homestay Malaysia (MKHA) dan Badan Pembina homestay  Negara Malaysia di Selangor.

Dalam pertemuan itu  disepakati pihak Malaysia nantinya akan mengundang 5 perwakilan asosiasi homestay Indonesia untuk mendiskusikan langkah bersama pengembangan industri wisata kedua bangsa serumpun dengan homestay player di Malaysia dalam rangka merekat erat ukhuwah Islamiyah.

Di informasikan Azmi, Malaysia saat ini telah meluncurkan aplikasi Syarikat XTVT dan Vacamania menggunakan Apps Store dan Google On Play untuk mempermudah aktifitas pelancongan di negaranya.

Jika ingin ber malam di homestay Terangganu anda cukup merogoh kocek 70 hingga 120 ringgit Malaysia, sedang untuk penerbangan sangat fluktuatif biaya pulang pergi dari 350 sampai 500 ringgit Malaysia, mulai dari BIM Padang- KLIA2  Kualalumpur – Sultan Mahmud Air Port Terengganu. (IY)

 

Share :
You might also like