Ini Refleksi 2019 LETHO Atas Kondisi Indonesia Saat Ini

Jakarta, Airmagz.com-Tahun 2019 adalah tahun politik yang sangat dinamis ditandainya pelaksanaan Pemilu khususnya Pilpres yang sudah menobatkan Joko Widodo-Makruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Loyalis Erick Thohir (LETHO) pun memiliki catatatan refleksi akhir tahun 2019, berikut isinya.

Ketua Umum LETHO Anshar Ilo dalam keterangan resminya yang diterima Airmagz.com, Senin (30/12) mengatakan dinamika ini semakin luar biasa dengan diangkatnya Probowo yang adalah rival abadi Jokowi menjadi salah Pembantu Presiden yakni Menteri Pertahanan RI.

Foto : Ketum DPP LETHO Anshar Ilo/Istimewa

“Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Indonesia dalam kedewasaan berpolitiknya berhasil menjalani semua goncang-gancing politik pembelahan ini,” katanya.

Ia menuturkan, terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden ternyata bukanlah suatu akhir dari selesainya persoalan rumit bangsa ini. Salah satu news-maker yang sangat viral dan selalu viral keluar dari Menteri BUMN yang baru, Erick Thohir, yang adalah ketua TKN Relawan Pemenangan Jokowi-Makruf.

Erick Thohir berbekal pengalamannya sebagai ketua Inasgoc dan rekam jejaknya sebagai penguhasa langsung melakukan gebrakan luar biasa di BUMN.

Menurut Anshar, BUMN yang selama ini dipersonifikasi sebagai kasir politik dan sapi perahan ternyata memang benar menyimpan sejuta masalah yang sampai saat ini membebani negara. Cita-cita Pendiri bangsa agar BUMN menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat masih terlalu jauh untuk dirasakan.

“Erick Thohir ditunjuk oleh Presiden Jokowi tentulah dengan satu misi untuk mengatasi berbagai persoalan strategis dan taktis dengan visi BUMN sehat maka Negara kuat,” tutur Anshar.

Anshar menambahkan, Erick Thohir menghadapi tantangan yang sangat luar biasa untuk mewujudkan visi Presiden di atas, yakni dengan segera melakukan akselerasi dalam beberapa hal khususnya dalam tata cara pemilihan komisaris dan dewan direksi BUMN yang berbasis integritas dan kompetensi.

“Erick Thohir sudah waktunya memutus mata rantai rente yang selama ini merusak dalam proses pengusulan, seleksi sampai penunjukkan Top eksekutif dan Komisaris BUMN,” ujarnya.

Foto : Anggota Dewan Pembina DPP Letho Abdulloh Sholikhudin/Istimewa

Hal senada disampaikan Anggota Dewan Pembina LETHO, Abdulloh Sholikhudin atau yang akrab disapa Abel ini menegaskan, Erick Thohir juga harus memastikan seluruh praktek kejahatan korupsi dan kecurangan di BUMN dapat dibawa ke meja hijau sebelum memutuskan memberikan persetujuan penerbitan hutang dan bail-out BUMN.

Hal ini perlu, karena pemberian persetujuan penerbitan hutang dan bail-out BUMN  yang tidak didasari oleh penguasaan dan penyelesaian masalah dipastikan tidak akan dapat menyelesaikan persoalan di BUMN.

Abel menegaskan, Erick Thohir juga diharapkan agar segera menyudahi praktek pelaporan Neraca Rugi-Laba yang sarat dengan praktek window-dressing. Karena kecurangan window-dressing ini selain menghancurkan BUMN juga nyata-nyata akan merugikan rakyat dan negara. Para rekanan yang selama ini ditunjuk untuk melakukan auditing dan penilaian sebaiknya dievaluasi secara menyeluruh karena sesungguhnya mereka juga adalah bagian yang terintegrasi dalam pembohongan publik dengan memberikan laporan dan opini yang menyesatkan.

“2019 segera akan berakhir dan 2020 segera kita songsong dalam harapan, menteri BUMN, Erick Thohir, kita harapkan lebih bersemangat dan konsisten dalam pembenahan BUMN secara struktural. Masyarat Indonesia menantikan karya dan bakti Bapak dan siap mendukung dalam segala aksi program perbaikan dan pembenahan BUMN demi Indonesia Maju dan Berkemakmuran,” tegas Abel. (TM/Foto: Dok. Istimewa)

Share :
You might also like