Pesawat Jatuh di Iran, Sebagian Besar Warga Kanada

Jakarta, airmagz.com – Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, bersumpah bahwa pemerintahannya akan mendapatkan kejelasan setelah kecelakaan pesawat maskapai Ukraina di Iran menewaskan sedikitnya 63 warga Kanada. Trudeau menegaskan bahwa Kanada harus ikut terlibat dalam penyelidikan kecelakaan maut itu.

“Dalam beberapa hari dan minggu ke depan, pemerintah kita akan terus bekerja secara erat dengan mitra-mitranya untuk memastikan kecelakaan ini diselidiki secara menyeluruh,” tutur Trudeau dalam pernyataannya seperti dilansir Associated Press, Kamis (9/1/2020).

“Warga Kanada memiliki pertanyaan dan mereka berhak mendapatkan jawaban,” tegasnya.

Mencari jawaban dan kejelasan dari Iran mungkin sulit karena Kanada telah menutup kedutaannya di Iran sejak tahun 2012 dan menangguhkan hubungan diplomatik. Oleh karena itu, Trudeau menyatakan pemerintahan Kanada berusaha menjangkau mitra-mitra internasionalnya untuk membantu mereka.

“Menteri (Luar Negeri Francois-Philippe) Champagne akan bicara dengan Menteri Luar Negeri Iran dan menyampaikan perlunya penyelidikan secara menyeluruh terhadap kecelakaan fatal ini,” sebut Trudeau.

Pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 itu sedang mengudara dari Teheran menuju ibu kota Kiev, Ukraina, saat kecelakaan terjadi. Pesawat diketahui membawa 176 orang yang terdiri atas 167 penumpang dan 9 awak pesawat. Seluruh penumpang dan awak dipastikan tewas.

Data dari otoritas setempat menyebut banyak warga negara asing di dalam pesawat ini. Pernyataan Menteri Luar Negeri Ukraina, Vadym Prystaiko, yang disampaikan via Twitter menjabarkan bahwa pesawat itu membawa 82 warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.

Kebanyakan penumpang pesawat tersebut diyakini sebagai mahasiswa internasional yang kuliah di universitas-universitas Kanada, yang hendak terbang kembali ke Toronto melalui Kiev, Ukraina, setelah mengunjungi keluarga mereka saat liburan musim dingin.

Lebih lanjut, Trudeau menyebut bahwa sekitar 138 penumpang pesawat itu seharusnya menaiki penerbangan penghubung (connecting flight) menuju Kanada, dari Kiev. Namun penerbangan penghubung itu mendarat di Toronto, Kanada pada Rabu (8/1) sore waktu setempat dengan banyak kursi kosong.

Laporan media lokal Kanada menyebut 30 penumpang pesawat itu berasal dari kawasan Edmonton, termasuk sepasang suami-istri yang sama-sama profesor Universitas Alberta bersama dua anak perempuan mereka yang berusia 9 tahun dan 14 tahun. Ada juga pasangan pengantin baru yang baru pulang dari pernikahan mereka di Iran. Surat kabar The Globe and Mail menyebut keduanya bernama Siavash Ghafouri-Azar (35) dan Sara Mamani (36).

Dua mahasiswa dari Universitas Guelph di Ontario juga ada di pesawat nahas itu, dengan salah satunya membawa kekasih mereka. Seorang dokter gigi kelahiran Iran, Hamed Esmaeilion, kehilangan istri dan putrinya berusia 9 tahun yang ada di pesawat itu. Daftar manifes penerbangan menunjukkan ada beberapa remaja dan anak-anak dengan usia paling muda sekitar 1-2 tahun.

Sebagai bentuk berkabung, bendera setengah tiang dikibarkan di gedung parlemen Kanada di Ottawa. “Kepada para keluarga yang sedang berduka, ketahuilah bahwa pemerintah Kanada dan seluruh warga Kanada berduka bersama Anda. Kami akan mendukung Anda dalam minggu-minggu dan bulan-bulan sulit,” ucap Trudeau.

Penyebab kecelakaan itu belum diketahui pasti. Para pejabat Iran menyebut masalah mesin sebagai dugaan penyebab jatuhnya pesawat dan membantah spekulasi soal pesawat terkena rudal. Namun diketahui bahwa kecelakaan terjadi beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal terhadap markas tentara Amerika Serikat (AS) di Irak.

Saat ditanya soal spekulasi bahwa pesawat maskapai Ukraina itu ditembak jatuh dengan rudal, Trudeau enggan berkomentar. Dia menegaskan bahwa Kanada fokus mencari kejelasan dan berupaya untuk terlibat dalam penyelidikan yang dilakukan otoritas Iran terhadap kecelakaan itu.

“Saya yakin bahwa kita akan mampu menjadi bagian dari penyelidikan. Itu hal yang tentu kita anggap sangat serius dan itu adalah hal di mana Kanada menjadi salah satu dari segelintir negara dengan tingkat keahlian tinggi ketika menyangkut soal kecelakaan semacam ini,” tegasnya.

“Dan oleh karena itu, kita harus banyak berkontribusi. Dan saya yakin bahwa dalam keterlibatan kita, baik melalui sekutu-sekutu kita maupun secara langsung, kita akan memastikan bahwa kita menjadi kontributor sesungguhnya dalam penyelidikan ini,” imbuh Trudeau. (IMN/Detik.com)

Share :