Wisatawan Tiongkok yang Ke Bali mampu Menggeser Pelancong Asal Australia

Airmagz.com, Jakarta – Wisatawan Tiongkok yang ingin berlibur ke Bali, dinilai bisa menyalip pelancong asal Australia yang selama ini menempati urutan teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Pulau Dewata.

“Kehadiran turis Tiongkok ke Bali, bisa lebih banyak dari masyarakat Australia. Apalagi transportasi udara dari negeri tirai bambu ke Bandara Ngurah Rai semakin lancar,” kata pengamat Pariwisata Bali, Tjokorda Gde Agung di Denpasar, Rabu (28/12).

Tjokorda menjelaskan, sepak terjang perusahaan penerbangan nasional negeri ini, –yakni Garuda Indonesia dengan memusatkan perhatiannya terhadap lintasan penerbangan Tiongkok-Denpasar, Bali pergi-pulang (PP), sudah dapat dipastikan memberikan hasil gemilang.

Aktifitas angkutan udara yang relatif lancar, menyebabkan angka peningkatan jumlah kunjungan turis asing asal Tiongkok ke Bali cukup tinggi, –yakni mencapai 36,26 persen periode Januari-Oktober 2016. Angka itu merupakan yang tertinggi, di antara negara pemasok turis ke Bali.

Kenyamanan tersebut, sebagai tindak lanjut dari usaha pemerintah memberlakukan bebas visa terhadap turis negara sahabat,termasuk asal Tiongkok ke Indonesia. Sehingga masyarakat asal salah satu negara Asia itu, diharapkan akan terus membanjiri Pulau Dewata.

Tjokorda Gde Agung menambahkan, program bebas visa tanpa diimbangi dengan penerbangan ke negara yang bersangkutan mustahil bisa meningkatkan jumlah kunjungan turis asing dari negeri itu. Sebab jembatan udara ini, paling berperan dalam memperbanyak kedatangan pelancong.

Adanya penerbangan langsung dari Tiongkok ke Bali pergi pulang, dapat dipastikan akan menambah lebih banyak jumlah kunjungan turis dari negeri Panda itu ke Pulau Dewata. Selain itu, juga didorong adanya fasilitas bebas visa dan angkutan udara yang lancar.

Terus bertambah, Turis asal Tiongkok yang berlibur ke Bali saat ini saja prosentase peningkatannya cukup tinggi, dibandingkan pelancong mancanegara lainnya ke Bali, kata Tjok Gde Agung, sambil menunjukkan data resmi kedatangan turis asing ke daerah ini.

Sesuai catatan Dinas Pariwisata Bali disebutkan, prosentase peningkatan turis Tiongkok ke Bali cukup tinggi yakni mencapai 36,26 persen, –yakni dari 602.049 orang menjadi 820.345 orang atau 20,15 persen dari seluruh turis ke Bali 4,07 juta orang.

Kehadiran wisatawan Tiongkok yang memiliki andil sebesar itu, menempati peringkat kedua setelah Australia sebanyak 954.957 orang. Atau memiliki andil 23,45 persen, dan jumlah kunjungan tersebut dalam waktu singkat.

Jadi dengan adanya usaha memperbanyak penerbangan dari Bali-Tiongkok pergi pulang, menurut Tjok Gde Agung, dapat dipastikan menambah banyak turis negeri itu ke daerah ini. Sebab Tiongkok merupakan pangsa pasar terbesar setelah Australia.

Sementara Wakil Konsul Jendral Tiongkok di Bali Chen Wei mengatakan, pihaknya segera membangun pusat layanan wisatawan, sehubungan semakin meningkatnya minat masyarakat negeri tirai bambu berwisata ke Pulau Dewata.

Upaya tersebut kini sedang dikoordinasikan bersama pihak terkait, dengan harapan pertengahan tahun 2017 dapat terealisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan Tiongkok. (Baca Juga: Tingginya Minat Berwisata, Jalur Jakarta Indonesia – Johor Senai Malaysia Akan di Buka)

Pihaknya juga memaksimalkan layanan informasi saat kedatangan di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, dengan harapan tidak menghadapi hambatan dan kendala selama berwisata di Pulau Dewata.

Share :
You might also like