Pebasket NBA Kobe Bryant Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Jakarta, airmagz.com – Kecelakaan helikopter menewaskan mantan superstar NBA Kobe Bryant dan delapan penumpang lainnya. Insiden tersebut tengah dalam penyelidikan pihak berwenang.

Helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant jatuh di Calabasas, California, Minggu (26/1/2020) waktu setempat. Menurut keterangan dari saksi mata, kendaraan udara tersebut sempat mengalami masalah sebelum jatuh dan meledak.

Foto : Detik.com

Administrasi Penerbangan Federal dan Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat belum menginvestiasi kecelakaan itu. Sejauh ini penyebab kecelakaan nahas tersebut belum diketahui.

Namun, kecelakaan tersebut terjadi dalam kondisi cuaca yang kurang baik. Dilansir dari Slate.com, cuaca lokasi kecelakaan sedang berkabut. Memang belum bisa dipastikan apakah kabut berkontribusi dalam terjadinya insiden itu, namun yang jelas bandar udara internasional Los Angeles mesti menunda beberapa penerbangan sepanjang akhir pekan karena jarak pandang yang buruk.

Menurut laporan TMZ, berdasarkan sumber-sumber kepolisian dan data pelacak penerbangan mengindikasikan bahwa kabut tebal bisa saja memainkan peran dalam jatuhnya helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant.

“Cuaca LA pada Minggu pagi sangat berkabut, dan sumber-sumber dari penegak hukum mengatakan kepada kami, bahkan pasukan dukungan udara LAPD (Kepolisian LA) dilarang terbang karenanya. Data pelacak penerbangan memperlihatkan, helikopter Kobe tampaknya menghadapi masalah cuaca saat di atas kebun binatang LA,” tulis TMZ.

“Helikopternya berputar di area itu setidaknya enam kali dalam ketinggian sangat rendah – sekitar 875 kaki – mungkin menunggu kabutnya hilang. Kami tahu pilot helikopter itu mengontak menara kontrol di bandar udara Burbank sekitar pukul 9.30 pagi, dan menara sadar bahwa pilot telah berputar-putar sekitar 15 menit lamanya. Pilot mengarahkan kendaraannya ke utara sebelum berbelok ke kanan dan mulai terbang sejalur dengan jalan raya 101 di sekitar Woodlland Hills, California.”

“Sekitar pukul 09.40 mereka menghadapi lebih banyak masalah cuaca karena kabut benar-benar tebal dan helikopter berbelok ke selatan. Ini kondisi kritis karena mereka berbelok menuju area pegunungan. Pilot dengan tiba-tiba dan secara cepat melesat dari ketinggian 1.200 kaki ke 2.000 kaki. Bagaimanapun, sekitar pukul 09.45 pagi, mereka terbang mengarah ke sebuah gunung di ketinggian 1.700 kaki. Data pelacak penerbangan memperlihatkan mereka terbang dalam kecepatan sekitar 161 knot.”

Helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant adalah Sikorsky S-76B yang dibuat tahun 1991. Sebelum kecelakaan, helikopter itu memiliki catatan penerbangan yang sempurna.

Putri Kobe, Gianna, yang baru berusia 13 tahun turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan itu. (IMN/Detik.com)

Share :