Boeing Prediksi Permintaan Pesawat di Asia Tenggara Capai US$710 Miliar

Jakarta, airmagz.com – Pabrikan pesawat terbang Boeing Co tidak mendapat pemesanan sama sekali sepanjang Januari 2020. Hal itu pertama kalinya terjadi sejak tahun 1962.

Dikutip dari Reuters, Rabu (12/2), peristiwa tersebut merupakan dampak setelah pabrikan pesawat asal AS ini dihubungkan dengan dua kecelakaan tragis yang membuat seri pesawat 737 MAX-nya tak dapat izin terbang.

Pabrikan pesawat terbang itu memang tengah berjuang dengan krisis yang menimpanya. Bahkan bulan lalu, pabrikan hanya mampe mengirimkan 13 pesawat kepada pelanggannya.

Setahun lalu, perusahaan juga hanya mampu menjual 45 pesawat dan mengirimkan 46 pesawat setelah banyak pelanggan membatalkan pesanan. Sebagian pelanggan Boeing juga berusaha tak melakukan pemesanan pesawat baru untuk tipe 737 MAX, setidaknya hingga tipe tersebut diizinkan terbang kembali oleh regulator terkait.

Berbeda dengan Boeing, di sisi lain pabrikan pesawat asal Perancis, Airbus yang merupakan saingan terberat Boeing justru membukukan pesanan terbesar sejak 15 tahun lalu pada Januari 2020. Pabrikan itu menerima pesanan bruto untuk 295 pesawat, atau sekitar 274 pesanan bersih setelah pembatalan.

Bisa dibilang, tahun 2019 merupakan salah satu tahun terburuk Boeing dalam hal pemesanan sembari berjuang melawan krisis. Sebab, krisis tersebut menyebabkan penghentian pemesanan pertamanya dalam 20 tahun terakhir untuk tipe 737 MAX. Belum lagi, perusahaan harus kehilangan CEO Boeing Dennis Muilenburg yang lengser pada Desember 2019.

Saat ini, perusahaan berharap terjadi hal positif saat 737 MAX kembali diizinkan terbang. Artinya penjualan pesawat berhenti sementara sehingga mengakibatkan kerugian miliaran dolar bagi perusahaan dan pemasoknya. Maskapai-maskapai dunia pun terpaksa menonaktifkan Boeing 737 MAX setidaknya hingga pertengahan Maret 2020, yang menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan.

Utang Boeing sendiri naik dua kali lipat menjadi US$27,3 miliar pada tahun 2019. Lembaga rating kredit Internasional, Fitch Ratings memperkirakan, utang Boeing bakal memuncak sampai US$32 miliar hingga US$34 miliar setelah melihat adanya kenaikan utang di kuartal I dan II 2020. (DP)

Share :
You might also like