Ombilin Mine Heritage Destrinasi Wisata Menyimpan Banyak Cerita Keluarga Pekerja Tambang Batubara Bukit Asam

Sawahlunto, airmagz.com Tambang Ombilin, memberi kesan yang tak pernah habisnya dalam memori keluarga pensiunan pekerja tambang batubara  di Sawahlunto, Sumatera Barat. Seperti dirasakan ibu-ibu mantan pensiunan pejabat dan karyawan perusahaan tambang yang dulu bernama PN TBO, Kemudian berubah jadi Perum TBO, dan terakhir bernama PT Bukit Asam Tbk. Unit Pertambangan Ombilin (UPO).

Berawal dari mimpi dan gagasan, untuk menapak tilas jejak sejarah yang mereka tinggalkan 20  tahun bahkan sampai 40 tahun lebih tenntang Sawahlunto yang menyimpan banyak cerita. Kini,  hasrat untuk menjemput kenangan yang masih tinggal dimemori mereka sudah tercapai. Mereka datang dalam satu kelompok dengan peserta sekitar 25 orang secara mandiri dan terkoordinir rapi untuk menapak  jejak sejarah mereka di Sawahlunto yang sekarang menjadi destinasi wisata heritage cukup terkenal ditanah air.

Apalagi, dunia sudah mengakui  Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto telah bergaung namanya sebagai Warisan Dunia oleh badan PBB, UNESCO. Branding inilah yang membuat penasaran, sehingga menggoda ibu-ibu ini datang untuk melihat lebih dekat negeri kecil seperti kuali besar yang pernah mereka huni puluhan tahun saat masih bernama PN TBO, kemudian berubah menjadi Perum TBO, dan lalu di merger menjadi PT Bukit Asam Tbk.

Ny.Rolina Handoyo,74 tahun, anggota rombongan tertua, istri almarhum Kepala TBO dan Dirut Perum TBO Ir.Suhandoyo, dan Ny.Lisbeth Warner, istri dokter Perum TBO sebagaimana dikutip Fanda Kristina di Sawahlunto mengatakan, ibu ini kagum, banyak perubahan yang mereka saksikan terhadap kota tambang tua yang pernah beliau huni puluhan tahun ini. Kota ini katanya telah ber-evolusi dari kota tambang batubara menjadi destinasi wisata heritage yang menarik dan menawan.

“Kedua ibu ini kagum, puas, dan Sawahlunto tak akan pernah hilang dari memori mereka. Karena dari kota inilah rasa kebersamaan, kekeluargaan dalam rekatan silaturahmi yang kuat terbangun tanpa sekat dan kasta serta diskriminasi. Semuanya menyatu padu” ungkap Fanda

Pimpinan rombongan Ny.Emma Ponco Agus, kepada Rakyat Sumbar mengatakan, kedatangan mereka secara inisiatif dan terkoordinasi serta mandiri, dengan biaya masing-masing berangkat dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Sementara, Padang, menjadi titik kumpul utama mereka sebelum akhirnya menjejal jejak sejarah untuk bernosltagia di Sumatera Barat, khususnya Sawahlunto.

Dikatakan Emma Ponco, peserta berasal dari berbagai daerah Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Palembang, Padang, dan beberapa kota lainnya. Rombongan tidak hanya kalangan ibu-ibu eks pensiunan perusahaan tambang tua tersebut, tapi juga ada Ny.Hj.Amran Nur, istri almarhum tokoh kharismatik pembangunan Sawahlunto Ir.H.Amran Nur, dan Ny. Hj.Neldaswenti Zohirin, Wakil Walikota Sawahlunto.

Rombongan Tour Napak Tilas Sumatera Barat 2020 berjumlah 25 orang, terdiri dari Ny.Rolina Handoyo, Ny. Lisbeth Warner, Ny.Edi Supriyono, Ny.Hedi Yuliza, Ny. Nani Tri Harjanto, Ny.Tina Bambang S, Ny.Emma Ponco Agus, Ny.Ratu Sufyeti, Ny.Indri Wisnoe Aji, Ny.Eni Tahroni, Ny, Poppy Heri Santoso, Ny.Sustriani Achmad Santoso, Ny. Lily Choliq, Ny.Wati Haryanto, Ny.Wati Rusdi, Ny.Minda Maizal, Ny.Yuli Nan Budiman, Ny.Emnidar Amran Nur, Ny,Eti Zohirin, Ny.Aik Haris, Ny.Eni Andri, Ny.Aik Eko Budi Santoso, Ny.Uke Zul, Ny.Dewi Katili dan suami Ir. Fledelin Katili.

Aktiifitas rombongan berlangsung selama 6 hari, dari 10 hingga 15 Februari 2020, dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata menarik di Sawahlunto tempat mereka dulu pernah merasakan hidup penuh suka duka mendampingi sang suami bekerja dikota tambang kecil ini. Kemudian berlanjut mengunjungi objek wisata di Kabupaten Tanahdatar, Kota Bukittingi, Kelok Sembilan Payakumbuh, Padang, Pesisir Selatan, dan lainnya.

Ny.Yuli Nan Budiman, salah seorang peserta napak tilas mengemukakan, dia sangat merasakan silaturahim yang terjalin dan rasa persaudaraan. Ketua Periska PT BA UPO yang baru saja menyerahterimakan organisasinya kepada pengurus baru karena sang suami Nan Budiman, GM UPO pensiun. “saya sangat senang, kegiatan ini sangat membekas sebagai kenangan yang tak akan pernah terlupakan.” katanya.

Kesan yang sama juga disampaikan Ny.Emnidar Amran, “sangat luar biasa. saya mengapresiasi ide dan gagasan yang dibuat ibu-ibu ini.” bebernya, bangga. Dikatakan Emninar, rasa persaudaraannya sangat tinggi tanpa sekat dan berbaur dengan silaturahim yang kokoh.

“Mereka tidak merasa asing di Sawahlunto, malahan Sawahlunto mereka anggap kampungnya sendiri, karena keluarganya lahir, besar, bahkan sudah jadi orang hebat, terlahir dan tinggal di Sawahlunto ini.Ibu bangga dan bahagia dan kegiatan ini tak pernah hilang dari memori ibuk” tutur perempuan asal Desa Talawi, yang kini sibuk menggendong cucu di Jerman ini.

Kegaiatan seperti ini pernah di lakukan pada tahun 2017 saat HUT Kota Sawahlunto. Rombongan ikut prosesi makan bajamba. Namun jumlahnya sangat terbatas seperti yang sekarang. Hal ini diakui pensiunan GM UPO Nan Budiman selaku fasilitator saat itu. Nan Budiman berharap, napak tilas seperti ini bisa menjadi ajang silaturahim yang memiliki efek ekonomis bagi masyarakat setempat, karena semua ibu-ibu banyak berbelanja. (IY)

 

 

Share :
You might also like