Festival Durian Kubang, Pembudidayaan Buah Lokal Dalam Mendukung Destinasi Wisata Ombilin Coal Mine Heritage

Sawahlunto, airmagz.com– Durian, dalam bahasa ilmiah disebut Durio zibenthinus merupakan spisies tumbuhan paling banyak disukai karena rasanya yang lezat, pulen, dan nikmat dimakan bersamaan dengan beras ketan.

Namun hati-hati, jangan makan berlebihan karena durian mengandung kolestrol tinggi yang dapat memicu beragam penyakit kronis, seperti asam urat dan penumpukan plak pada pembuluh darah yang berujung pada strok dan gagal jantung.

Tetapi buah ini sebenarnya sehat, karena mengandung lemak nabati yang baik untuk tubuh. Walau demikian, tetap saja waspada durian cenderung memiliki kandungan gula cukup tinggi dan kandungan kolestrol. Sebagaimana dikutip dari pernyataan seorang ahli gizi bernama Dr.dr.Inge Permadhi,S.pGK.

Bicara durian, kini lagi musimnya, situasi ini dimanfaatkan masyarakat Nagari Kubang penghasil durian pulen terbaik di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan menggelar festival “Durian Kubang” di ikuti 40 peserta pemilik pohon durian yang berasal dari desa-desa yang terhimpun dalam Nagari Kubang, Sabtu, (15/2).

Antusias warga menyaksikan festival yang pertama kali di selenggarakan ini cukup besar. Dukungan para tokoh perantau dan pecinta buah durian pun muncul seketika, Menurut penyelenggara, iven ini bagian dari upaya mengangkat produk unggulan buah lokal sebagai icon Nagari Kubang, sekaligus sebagai daya tarik untuk mendukung destinasi wisata.

Wakil Walikota Sawahlunto H.Zohirin Sayuti menyambut baik inisiatif masyarakat untuk menggelar iven ini. Alasannya, selain ini bisa sebagai sumber ekonomi, durian kubang bisa jadi icon Nagari Kubang, Kecamatan Lembah Segar, Sawahlunto. Sehingga tanaman jenis ini harus di budidayakan, sekaligus bisa sebagai daya tarik bagi wisatawan ke Sawahlunto.

Zohirin berpendapat, durian kubang sangat tepat untuk di kembangkan karena durian kubang memiliki kelezatan yang berbeda dengan durian lain. Disamping pulen, dagingnya juga tebal. Namun, katanya, perlu di gali sejarahnya, siapa yang pertama kali membudidayakan durian kubang, di Nagari Kubang Sawahlunto ini.

“Pemerintah siap mendukung sepenuhnya upaya menyelami sejarah ini karena bisa menjadi nilai tambah yang menarik. Sisi lainnya, budidaya durian kubang menjadi penting dilakukan. Insya Allah, jika kajiannya matang, tahun depan durian kubang sudah memperoleh sertifikasi dari Kementerian Pertanian melalui rekomendasi Dinas Pertanian Sumbar. Dan potensi ini dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan” harap Zohirin pada airmagz.com.

Menurutnya, pembudidayaan durian kubang bisa dilakukan di desa lain, tidak harus di Nagari Kubang. Tetapi icon-nya durian kubang ini tentu milik masyarakat Nagari Kubang.

Saat ini, Sawahlunto memiliki populasi durian sekitar 77.601 batang, 27,1 persen atau 21.025 batang dengan hasil produksi sekitar 1.430 ton diantaranya berasal dari Kec.Lembah Segar yang didominasi durian dari Nagari Kubang. Tanaman ini umumnya sudah berusia diatas 80 tahun dengan ketinggian sekita 20 meter.

“Hal ini perlu pelestarian dan peremajaan, khusus durian khas Nagari Kubang dengan melakukan pencarian calon pohon induk unggul potensial untuk proses disertifikasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat.” ungkap Ir.Lelis Efrianti didampingi pejabat struktulanya Heni Puwaningsih,SP,MP.

Lelis dan Henni mengemukakan, upaya pelestarian itu sudah mulai dilakukan dengan memberikan pelatihan sambung pucuk durian tahun 2015, pengamatan lapangan terhadap kondisi calon pohon induk durian pedoman dari data calon pohon induk durian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Sawahlunto tahun 1995, dan Oktober hingga November 2017, sampai Juli hinggga Agustus 2019.

Kemudian, lanjutnya, dilakukan konsultasi proses pelestarian, pendaftaran dan pelepasan durian khas Nagari Kubang ke Tim Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Solok tanggal 29 Agustus 2019, untuk uji karakterisasi buah durian oleh Tim Peneliti Balitbu terhadap 2 varietas durian yang dianggap unggul tanggal 6 September 2019.

Kini, sedang dilakukan pengamatan perkembangan tanaman durian yang telah dikarakterisasi sebagai calon pohon induk durian, dengan melakukan pembuatan batang bawah durian di UPTD Pembibitan Tanaman (Kebun Buah Kandih) bulan Oktober-Desember 2019. Seterusnya studi tiru sambung entres durian yang dilakukan sekitar 30 petani dari Desa Pasar Kubang ke Balitbu Solok 8 Oktober 2019 lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumbar Ir.Chandra,M.Si, di wawancarai airmagz.com sangat mengapresiasi iven festival durian kubang ini. Alasannya, ditengah gencarnya upaya memunculkan komoditi-komoditi unggulan dimasing provinsi maupun kabupaten/kota, ternyata masyarakat Nagari Kubang sudah melakukan itu melalui festifal ini untuk menjadikan durian kubang sebagai icon Ngari Kubang. Chandar berharap, iven ini tak berhentii disini, tapi harus berkelanjutan.

Durian kubang belum tersertifikasi, mudah-mudahan dengan adanya BPSB dan Balitbu durian kubang bisa di seleksi mana yang paling terbaik, sehingga inilah yang bisa di kembangkan kedepan untuk sertifikasi.

“Durian kubang layak disertifikasi dengan alasan, kelezatannya, dagingnya tebal dan pulen. Kami siap melakukan proses sertifikasi dengan memilih unsur buah yang paling terbaik, tak terbatas apakah warna isinya kuning kunyit atau putih. Ikut diteliti juga soal ketahanan durian kubang terhadap hama penyakit. Jika proses berhasil, sertifikatnay akan kami berikan.” ungkap Chandra.(IY)

Share :
You might also like