Express Air Buka Rute Penerbangan ke Kalimantan

Jakarta, airmagz.com – Sebentara lagi, penerbangan dari Bandara Adisucipto akan dialihkan ke Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Imbasnya, sejumlah maskapai penerbangan domestik pilih migrasi ke Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS). Salah satunya Express Air yang akan membuka rute ke Kalimantan dan Sumatera.

Sebelum rute dibuka, manajemen Express Air kulo nuwun ke Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo (Rudy) di balai kota, Selasa (19/2). “Penerbangan dari Jogja kami pindahkan ke Solo. Kami tidak ikut ke Kulonprogo (YIA),” kata Sales Marketing and Corporate Super Visor Xpress Air Irfan Setiawan kepada Jawa Pos Radar usai bertemu wali kota.

Alasan migrasi ke Kota Bengawan karena memperhitungkan sisi sales marketing. Sebab Xpress Air belum mengenal bandara YIA. Alasan lain, BIAS ditunjang dengan sejumlah fasilitas baru. Di antaranya kereta api (KA) bandara, jalan tol, dan memiliki terminal baru.

“Penerbangan dari Solo akan dimulai 31 Maret 2020. Tahap awal akan buka tiga rute. Yakni Solo-Samarinda, Solo-Pontianak, dan Solo-Palembang. Setelah sukses, kami akan masuk tahap berikutnya ke Solo-Banjarmasin dan Solo-Lampung. Penerbangan di lima kota tersebut direct flight,” ungkapnya.

Sementara ini, penerbangan akan dilayani tiga sampai empat kali sepekan. Jika tingkat keterisian di atas rata-rata atau 80-90 persen, bakal ditingkatkan menjadi setiap hari. Sebelumnya, selama terbang dari Bandara Adi Sucipto, tingkat keterisian kursi mencapai 70-80 persen.

“Kami memprediksi market Jogjakarta akan pecah setelah bandara pindah ke Kulonprogo. Sebagian penumpang akan pindah ke Solo dan Semarang. Untuk itu, kami juga akan membuka rute dari Semarang ke sejumlah kota. Khusus rute ke Samarinda, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota lainnya. Khususnya di Indonesia bagian timur,” bebernya.

General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Abdullah Usman membenarkan migrasi Xpress Air. Sebelumnya, Xpress Air melayani rute Jogja-Kalimantan. Seiring perpindahan bandara Jogja ke Kulonprogo, maskapai tersebut migrasi ke Solo.

“Kalau mereka ikut pindah ke bandara yang baru, katanya belum punya alat PBN (performance based navigation). Jadi harus pakai satelit. Akhirnya manajemen memutuskan peralihan rute ke Solo,” tandasnya.

Usman menambahkan, perpindahan tersebut justru membawa dampak positif bagi penumpang. Khususnya di wilayah Wonogiri. “Warga Wonogiri itu banyak yang kerja di Kalimantan. Penumpang juga bisa memanfaatkan KA bandara menuju Stasiun Solo Balapan. Selanjutnya jalan kaki menggunakan skybridge ke Terminal Tirtonadi. Di sana mereka berganti bus menuju ke kota asal,” paparnya. (IMN/JawaPos.com)

Share :