Mbiz Siap Perkuat Layanan Transaksi E-Procurement

Jakarta, airmagz.com – E-commerce yang bergerak di segmen Business to Business (B2B), Mbiz, membukukan kinerja positif selama tahun 2019 lalu. Pada kurun waktu tersebut, transaksi pengadaan barang dan jasa melalui elektronik (e-procurement) di Mbiz tumbuh signifikan dibandingkan tahun 2018.

Rizal Paramarta selaku CEO Mbiz mengatakan, aktivitas pengadaan barang dan jasa yang berjalan intensif menggambarkan bahwa kinerja dunia bisnis saat ini semakin produktif. Ia yakin, transaksi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan melalui Mbiz akan berdampak positif kepada para pelaku bisnis.

Selain menoreh hasil positif, Mbiz juga akan mendapatkan pendanaan series B senilai US$20 juta. Pendanaan itu akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Rencana mendapatkan pendanaan Series B sebesar USD20 juta, serta dukungan pertumbuhan yang signifikan di tahun 2019, akan mencukupi “runway” Mbiz untuk mencapai keuntungan positif di tahun 2021,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Kamis (20/2).

Tak hanya mendapatkan pendanaan series B, Mbiz juga berencana akan berekspansi melalui sinergi kemitraan hingga ke segmen UMKM/UKM, SME, dan membuka kerja sama dengan pemerintah. Kerja sama ini fokus pada pengembangan super ekosistem Mbiz yang didukung oleh integrasi teknologi.

Rizal memaparkan, bergabungnya perusahaan-perusahaan itu menjadi wujud kepercayaan mereka terhadap keandalan Mbiz dalam merealisasikan nilai transparansi, akuntabilitas, produktivitas, serta efisiensi bisnis. Untuk itulah, pihaknya akan terus mengembangkan kapabilitas Mbiz.

“Tidak saja hanya sebagai penyedia solusi total e-procurement, namun juga sebagai platform yang mampu membangun sinergi antar mata rantai ekosistem,” lanjut Rizal.

Ryn Hermawan selaku COO dan Co-Founder Mbiz mengatakan bahwa pencapaian yang berhasil ditorehkan Mbiz, merupakan buah-hasil dari visi dan misi yang sedari awal dikembangkan oleh Mbiz, yaitu membangun, menyinergikan, dan turut mendukung peningkatan kinerja dan kompetensi setiap stakeholder. Dari visi itulah, Mbiz  mampu menjadi sebuah super ekosistem yang saling berkontribusi

“Super ekosistem kami menjadi makin lengkap, menguat, dan sinergis berkat kemitraan-kemitraan strategis yang kami bangun. Melalui kemitraan strategis tersebut, kami semakin mampu melengkapi solusi yang kami hadirkan. Seperti solusi pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan pembeli maupun ribuan vendor dan supplier barang dan jasa yang saat ini menyediakan 100 ribu Stock Keeping Unit (SKU) yang siap untuk ditransaksikan,” ujar Ryn.

Transaksi barang dan jasa yang paling sering dilaksanakan di Mbiz terbagi ke dalam 10 kebutuhan. CCO Mbiz, Andhie Saad memaparkan, barang dan jasa yang masuk ke jajaran sepuluh besar tersebut yakni kebutuhan terhadap tenaga alih daya, layanan instalasi, Event Organizer, gimik-gimik untuk pemasaran (termasuk produk-produk terkustomisasi), perlengkapan laboratorium, layanan web dan cloud, perlengkapan untuk keamanan dan kesehatan, penyewaan alat-alat berat, perlengkapan industri, dan E-Management Printing System.

Lebih lanjut, Andhie juga memaparkan berbagai perusahaan yang paling banyak melakukan transaksi e-procurement di Mbiz. Perusahaan-perusahaan itu adalah industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan ritel (50%), properti dan real-estate (25%), farmasi (15%), dan perusahaan teknologi/startup (5%).

Makin kuatnya komitmen Mbiz dalam memberdayakan superekosistem e-procurement tidak hanya terlihat dari makin intensifnya Mbiz dalam membangun kemitraan strategis dan mengembangkan jangkauan layanan, namun juga dalam mengembangkan teknologinya agar terus mampu mengakomodasi kebutuhan dunia usaha untuk melakukan transformasi digital lewat kegiatan pengadaan barang dan jasa.

“Teknologi yang kami kembangkan selalu berlandaskan pada hakikat kebutuhan B2B. Kami menyediakan fitur-fitur perbandingan harga, pengaturan bujet, jangka waktu pembayaran, e-tendering, penjualan kontraktual, sistem pembayaran escrow, jaringan penjual di seluruh Indonesia, sistem persetujuan yang fleksibel, serta negosiasi tak terbatas bagi perusahaan-perusahaan pembeli. Sementara bagi perusahaan penjual dapat memanfaatkan akses ke pembeli korporat, fitur untuk meningkatkan nilai pembelian per transaksi, negosiasi langsung, pembiayaan bagi penjual, termin pembayaran, penjualan kontraktual, promosi B2B yang lebih efektif, serta company page yang profesional,” ujar Herdian Yoki Pradipta, CTO Mbiz. (DP)

Share :
You might also like