Takut Virus Corona di Italia, Maskapai Inggris Putar Balik

Jakarta, airmagz.com – Lonjakan jumlah penderita virus corona di Italia menimbulkan kekhawatiran yang cukup tinggi. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, bahkan memerintahkan seluruh kegiatan olahraga di region utara wajib ditunda.

Reaksi ini rupanya bukan hanya terjadi di dunia olahraga saja, tetapi juga penerbangan. Dilansir Independent, maskapai penerbangan asal Inggris, British Airways memutuskan untuk putar balik ke Bandara Heathrow, London, karena khawatir akan virus corona.

Pesawat Airbus bernomor penerbangan BA564 milik British Airways itu tadinya dijadwalkan akan terbang ke Milan, Italia. Pemerintah Italia memang telah memutuskan mengisolasi 10 kota yang berimbas pada kehidupan 50 ribu orang karena mewabahnya COVID-19.

Warga yang bertempat tinggal di kota tersebut diminta untuk tak pergi ke luar rumah. Sedangkan, kegiatan publik seperti karnaval, kebaktian gereja, acara olahraga dilarang sementara.

Salah seorang jurnalis dari media NBC News yang berada di dalam pesawat itu sempat mengunggah kondisi tersebut dalam akun Twitternya.

Read MoreGara-Gara Virus Corona, Singapore Airlines Batalkan Penerbangan dari dan ke Indonesia

Di #Heathrow, penerbangan BA #Milan ditunda – kapten baru saja mengumumkan ada penumpang (saya hitung tiga orang) di dalam kabin yang tidak mau terbang karena #coronavirus. Sudah kembali, sekarang tengah dipersiapkan untuk terbang lagi,” cuitnya dalam akun resmi bernama pengguna @mollymhunter itu.

Setiba di bandara, ada seorang penumpang yang akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pesawat. Insiden ini membuat perjalanan pesawat menuju Milan itu terpaksa terlambat sekitar 20 menit dari jadwal.

“Seperti halnya semua pelanggan kami, kami akan selalu menghormati keinginan mereka apabila mereka berubah pikiran (bahkan) pada menit-menit terakhir. Penerbangan berangkat dalam beberapa menit dari waktu yang dijadwalkan,” kata juru bicara British Airways yang tak disebutkan namanya itu.

Hal ini menuai opini kurang menyenangkan dari warganet. Kebanyakan dari mereka merasa bahwa keputusan itu aneh. Sebab, sebelum terbang, pesawat telah melewati masa critical eleven dan juga melalui beragam proses yang memakan banyak waktu.

Belum lagi, pesawat tersebut sudah menghabiskan sejumlah bahan bakar saat penerbangan awalnya dilakukan. Ditambah lagi, tidak ada peringatan dari maskapai atau Kementerian Luar Negeri, baik dari Italia maupun Inggris yang tidak memperbolehkan pengunjung datang ke Milan. (IMN/Kumparan.com)

Share :
You might also like