Corona Virus Covid-19

Oleh : Heru Legowo

Pengamat Penerbangan

Corona Virus Covid-19 adalah jenis virus Corona yang ke-7 yang menginfeksi manusia. Covid-19 benar-benar telah melanda seluruh dunia. Menimbulkan efek berantai yang sungguh mampu memperlambat semua kegiatan, bisnis dan perekonomian. Sejak ditemukan pertama kali tanggal 31 Desember 2019 di Kota Tua Wuhan di Tiongkok, virus ini telah menghebohkan dan mengguncang dunia.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa sampai dengan Maret 2020 sudah lebih dari 126 penderita, dan 68 ribu orang diantaranya dinyatakan sembuh. Meskipun belum ada vaksin atau pengobatan khusus, menurut WHO 80% pasien sembuh tanpa ada perawatan khusus.

Dan entah kebetulan atau tidak, ternyata negara-negara yang paling parah terkena pandemi Covid-19 adalah negara-negara yang berada pada garis lintang sekitar 40 derajat Lintang Utara antara lain Perancis, Italia, Iran, China, Korea Selatan dan Amerika di New York.

Tanggal 12 Maret 2020 WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Syarat untuk disebut sebagai Pandemi antara lain adalah : 1. virus yang dapat menyebabkan kematian. 2. Penularan dari orang ke orang, terus berlanjut tanpa terkendali. 3. Menyebar hampir ke seluruh dunia. WHO menetapkan status pandemi. Artinya WHO meminta pemerintah seluruh negara meningkatkan usaha dalam mendeteksi, melacak, mengetes, merawat, dan mengisolasi kasus-kasus terkait corona.

Efek selanjutnya dari penetapan pandemi ini, lalu muncul terminologi baru yang segera populer, yaitu lockdown dan social distance. Dan masyarakat lalu heboh dan latah dalam menggunakan dua terminologi dengan meluas.

Saya mencoba mencari arti Lockdown adalah : “a protocol followed in an emergency that involves confining people in a secure place, such as the confinement of prison inmates in cells after a disturbance, or the locking of students and teachers in classrooms after a violent attack”. Kira-kira artinya : suatu prosedur mengurung seorang napi yang melakukan keonaran, dalam sel penjara. Atau tindakan mengurung murid dan gurunya di ruangan kelas, karena ada penyerangan yang kasar dan kejam.

Lalu social distance menurut Forbes adalah jarak sosial. Artinya, seseorang menjaga kedekatan fisik dengan seseorang guna mengurangi perpindahan virus dari tubuh satu ke yang lain. Kegiatan social distance atau social distancing dilakukan sebagai strategi kesehatan. Untuk mencegah atau memperlambat penyebaran virus.

Selain itu social distance juga dilakukan dengan cara mengisolasi diri bagi orang yang terinfeksi, mengkarantina diri, sehingga orang dapat terpisah satu sama lain. Social distance disebut sangat penting untuk dilakukan saat ini. Sebab, sampai dengan hari ini peneliti belum menemukan vaksin, untuk melindungi tubuh dari virus corona.

Beberapa Kementerian membuat peraturan agar sebagian karyawannya bekerja di rumah atau Work From Home (WFH). Bahkan Rapat Kabinet juga dilakukan secara online.

Sebagai informasi virus corona telah menginfeksi hampir di seluruh dunia. Di Indonesia sampai dengan Minggu 16Maret 2020, telah mencapai 117 orang positif virus corona, 8 orang dinyatakan sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.

GAYA HIDUP BARU

Penetapan sebagai pandemi ini tenyata mengubah gaya hidup untuk beberapa minggu. Barangkali ini kelak akan menjadi gaya manusia dalam menjalani kehidupan. Manusia akan lebih mandiri, sendiri dan tidak tergantung dengan orang lain dan mengurangi berinteraksi antar manusia. Ini demi mencegah kemungkinan menyebarnya virus Covid-19.

Pada suatu saat rasanya fenomena social distance ini, bakal menjadi norma baru dalam kehidupan. Suatu saat kelak orang lebih suka sendiri, menghargai privasi, mandiri dan melakukan kegiatannya dengan cara online. Marilah kita bersiap membendung Corona Covid-19, agar tidak menjadi momok lagi! Semoga …

 

 

Share :
You might also like