Federasi Pilot Indonesia Imbau Pemerintah Lindungi Awak Pesawat

Jakarta, airmagz.com – Sebagai garda terdepan dalam mengangkut penumpang lewat jalur udara, awak kabin pesawat menjadi salah satu yang paling rentan terpapar Covid-19. Federasi Pilot Indonesia (FPI) meminta pemerintah juga memerhatikan kesehatan awak udara.

Hal tersebut diutarakan Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI), Muhammad Ali Nahdi, setelah ada kabar yang menyebut seorang pilot maskapai meninggal disebabkan Covid-19. Dia menekankan pentingnya perhatian pemerintah dan pelaku usaha penerbangan memberikan fasilitas pencegahan Covid-19 kepada semua kru kabin pesawat.

Pasalnya, pekerjaan kru pesawat yang bersinggungan langsung dengan orang baik dari dan ke luar negeri sangat berisiko tertular maupun jadi pembawa Covid-19.

“Untuk mencegah penyebaran virus semua awak kabin, harus menggunakan masker, dan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Selain kepada awak kabin, pesawat yang digunakan pun harus rutin disemprot disinfektan agar tetap steril,” katanya kepada Airmagz, Selasa (24/3).

Ali menambahkan pemerintah juga perlu mempertimbangkan pembatasan rute-rute penerbangan yang dianggap rawan penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan.

“Mengingat tempat penyebaran dapat terjadi dimana saja, maka dari itu kami dari federasi menyarankan kepada pemerintah untuk menutup sementara rute penerbangan yang dianggap rawan,” jelasnya menambahkan.

Sayangnya, masukan dari FPI belum sepenuhnya mengguggah otoritas penerbangan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) menegaskan tidak ada penutupan rute internasional kecuali dari dan menuju Tiongkok.

“Dipastikan tidak ada kebijakan penutupan sementara penerbangan internasional, kecuali dari dan ke RRT (Mainland China),” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, dalam siaran pers, Kamis (19/3).

Namun demikian, DITJEN HUBUD memberlakukan prosedur pemantauan kesehatan kepada penumpang yang datang dengan menggunakan penerbangan internasional wajib mengisi formulir Health Alert Card (HAC). Bagi para penumpang yang dalam empat belas (14) hari memiliki riwayat mengunjungi negara Tiongkok, Iran, Italia, Korea Selatan untuk kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Vatikan, Spayol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris akan ditolak masuk ke Indonesia.

Sedangkan bagi warga negara Indonesia yang memiliki riwayat kunjungan ke negara-negara tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Kami bersama dengan Kementerian dan stakeholder penerbangan lainnya akan terus bekerja keras untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui jalur transportasi udara,” pungkas Novie. (IH)

Share :
You might also like