HappyFresh Siap Sediakan Kebutuhan Masyarakat di Tengah Pandemi Corona

Jakarta, airmagz.com – Seiring dengan isu pandemik Covid-19 di Indonesia, masyarakat Indonesia dihimbau untuk melakukan kegiatan dari rumah. Entah itu bekerja, belajar, ataupun beribadah. Selain itu, dampak corona juga terasa di masyarakat karena mereka tidak bebas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk itulah, HappyFresh sebagai platform belanja kebutuhan rumah tangga online dengan sigap memberikan layanan yang terbaik untuk dapat hadir membantu setiap rumah tangga dalam memenuhi pasokan kebutuhan mingguan maupun bulanan secara daring dan aman. Filippo Candrini selaku Managing Director HappyFresh Indonesia menyampaikan, “Bersama-sama dengan para Personal Shopper, Rider, mitra supermarket, dan pelanggan, kita semua bersatu dan bertekad untuk melawan tantangan luar biasa yang telah ditimbulkan oleh pandemik Covid-19.”

Sejak awal bulan Maret 2020, HappyFresh telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di lapangan. HappyFresh bersama para mitra supermarket bekerjasama untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Personal Shopper HappyFresh siap memilihkan produk pesanan Anda dengan #FreshlyHandpicked selayaknya Anda memilih langsung dari supermarket pilihan. Selain itu, ada pula Rider yang siap mengantarkan barang belanjaan ke rumah Anda dengan aman dan kualitas produk tetap terjaga.

Kebersihan adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar lagi karena hal tersebut termasuk ke dalam syarat Quality Control operasional. HappyFresh membekali para tim operasional lapangan seperti Personal Shopper dan Rider berupa masker mulut dan cairan antiseptik yang harus dikenakan pada saat sebelum dan sesudah berbelanja serta sebelum dan setelah pengantaran.

Tidak hanya itu kini para tim operasional diwajibkan untuk melakukan pengecekan suhu sebelum berjaga di supermarket. Apabila ditemukan tim operasional yang memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat celsius maka orang yang bersangkutan akan diliburkan untuk melakukan self quarantine di rumah. Walaupun operasional tetap berjalan, keamanan dan kesehatan tim operasional HappyFresh harus tetap terlindungi.

Melalui fitur pesan di aplikasi HappyFresh para pengguna dapat melakukan permohonan kepada rider untuk tidak melakukan kontak langsung pada saat serah terima barang belanjaan seperti rider akan menjaga jarak aman sejauh dua meter pada saat pelanggan sedang melakukan pengecekan barang belanjaan atau rider diperbolehkan meninggalkan barang belanjaan di depan pintu rumah atau tempat yang aman menurut pelanggan..

Transaksi belanja kebutuhan-pun kini bisa dilakukan lebih aman lagi dengan pembayaran non tunai. Beragam fitur non tunai yang dapat dinikmati bisa melalui sistem pembayaran kartu kredit, kartu debit, dan e-wallet. Selain memudahkan hal ini juga membantu untuk meminimalisir perpindahan virus dan bakteri. Namun, apabila pelanggan tetap harus menggunakan metode pembayaran tunai diharapkan untuk meletakkannya di dalam amplop.

Perlu diketahui HappyFresh juga mengikuti peraturan pemerintah dalam pembelanjaan produk-produk tertentu dengan kuantitas terbatas. Pelanggan hanya dapat memesan maksimal 10kg beras, 2kg gula, 4L minyak goreng, dan 80 bungkus mie instan. Hal ini dilakukan untuk turut mengantisipasi kelangkaan kebutuhan pangan di supermarket.

Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara HappyFresh dengan mitra supermarket. HappyFresh berterima kasih telah diberikan kepercayaan untuk dapat memanfaatkan akses berbelanja di supermarket lebih awal. Hal ini dilakukan untuk dapat mengantisipasi dan membuat proses berbelanja lebih aman untuk Personal Shopper HappyFresh.

“Selama beberapa hari ini jumlah pesanan yang kami terima meningkat pesat dan kami berusaha sebisa mungkin untuk menambah jadwal pengantaran setiap harinya. Namun, tetap memprioritaskan tingkat keamanan dan kesehatan para mitra dan pelanggan kami,” tambah Filippo.

“Kami sangat bangga dengan seluruh jaringan Personal Shopper dan Rider kami yang telah membantu banyak keluarga Indonesia dengan kebutuhan bahan makanan mereka pada saat penduduk Indonesia disarankan untuk tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus,” jelas Filippo. (DP)

Share :
You might also like