Provinsi ini Punya Cara Cegah Covid-19 yang Masuk Lewat Pemudik

Jakarta, airmagz.com – Sampai hari ini belum ada regulasi yang mengatur pelarangan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Padahal gelombang perpindahan manusia akan mengakibatkan penyebaran Covid-19 lebih cepat masuk ke daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengakui ada peningkatan angka kedatangan di terminal-terminal di daerahnya.

“Rupanya tahun ini banyak [pekerja migran] yang mudik awal, ada juga dari Jakarta memberikan beberapa data bahwa sudah mudik awal,” kata Khofifah, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (25/3), sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com

Meski demikian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, dan Jawa Tengah sudah mengambil inisiatif untuk mencegah orang yang teridentifikasi Covid-19 masuk ke daerahnya. Seperti dilansir dari harian Kompas, berikut ini pencegahan yang dilakukan ketiga provinsi tersebut:

1. DIY 

– Setiap pendatang dan pemudik yang masuk ke DIY dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

– Diwajibkan para pemudik yang baru tiba di DIY untuk langsung mengisolasi diri selama 14 hari.

– Memantau ketat kendaraan pribadi yang masuk ke wilayah DIY.

– Babinsa bersama perangkat desa dan dusun melakukan pendataan terhadap warga yang baru datang di wilayah DIY.

– Pengelola terminal kota diminta tidak melayani arus mudik.

2. Jawa Tengah

– Membatalkan agenda mudik Lebaran gratis 2020 bantuan gubernur dan bupati/wali kota se-Jateng.

– Meminta para pekerja di luar daerah tak mudik saat hari raya Idul Fitri tahun 2020.

-Pemeriksaan kesehatan untuk perantau yang mudik di tengah wabah dilakukan

hingga level rukun tetangga.

3. Jawa Timur

– Melakukan tracing bagi pekerja yang mudik ke Jatim.

– Melakukan tes cepat Covid-19 kepada para perantau jika alatnya masih tersedia. (IH)

Share :
You might also like