Malah Stress, Penumpang Pesawat Tempur Tak Sengaja Pencet Tombol Kursi Pelontar

Jakarta, airmagz.com – Lantaran panik, seorang pria terlontar dari pesawat tempur yang lagi bermanuver di ketinggian 2.500 kaki. Begini ceritanya.

Kejadian berawal saat sebuah perusahaan menggelar outing untuk karyawannya ke Pangkalan Angkatan Udara Saint-Dizier, di Perancis Tenggara.

Ternyata salah satu karyawan perusahaan itu, seorang pria berusia 64 tahun, diberi kesempatan terbang gembira atau joyflight dengan pesawat tempur.

Pesawat yang ditumpanginya adalah Dassault Rafale B, sebuah jet tempur berkursi ganda yang memiliki kecepatan maksimal 1.400 kilometer per jam.

Bukannya gembira, pria itu malah stres dengan penerbangan ini. Meski demikian, ia tetap naik pesawat dan duduk di kursi belakang sebagai penumpang.

Ketika mengudara di ketinggian 2.500 kaki, sang pilot mengarahkan pesawatnya menanjak naik. Pada saat itulah, pria yang tak disebutkan namanya, kian panik.

Ia pun mencoba memegang sesuatu. Namun yang dipegang malah tombol kursi pelontar. Begitu tombol terpencet, pria itu langsung terlontar dari pesawat.

Naasnya lagi, saat terlontar dari pesawat, ia tidak mengencangkan helm dengan baik.

Beruntung parasutnya berfungsi dengan baik. Pria itu mendarat dengan selamat di sebuah lapangan dekat perbatasan Jerman, tanpa mengalami luka serius.

Sementara sang pilot, tetap dapat mendaratkan pesawatnya dengan baik. Ia hanya mengalami luka ringan di bagian wajah.

Badan penyelidik kecelakaan pesawat kemudian mewawancarai pria itu. Saat diperiksa, ia mengaku tidak pernah punya keinginan naik jet tempur dan tidak memiliki pengalaman militer sebelumnya.

Penyelidik juga memeriksa jam pria itu yang dapat mengukur detak jantung penggunanya. Ternyata detak jantung mencapai 136-142 kali per menit. Padahal, dalam kondisi normal, jantung berdetak 60-100 kali.

Penyelidik akhirnya menyimpulkan, kejadian ini diakibatkan oleh reflek paksa, yang diakibatkan oleh stres dan manuver jet tempur. (IMN/antvkilik.com)

Share :
You might also like