Batal Kerja Sama dengan Boeing, Embraer Ajukan Opsi Bailout

Jakarta, airmagz.com – Perusahaan produsen pesawat asal Brazil, Embraer SA, batal terima pinjaman dana dari perusahaan Boeing senilai USD4,2 miliar. Meski begitu, Embraer tidak menutup kemungkinan untuk mencari dana lain melalui bailout (pemberian dana langsung) di tengah pandemi corona (Covid-19).

Dilansir dari Reuters, Senin (27/4), CEO Embraer, Fransisco Gomes Neto, bersama jajaran dewan komisaris perusahaan telah mengadakan pembicaraan. Mereka meninjau kembali rencana Embraer di tengah kompetisi kerdigantaraan yang semakin ketat.

Neto yang masih memiliki sedikit pengalaman kerdigantaraan berusaha mengumpulkan staf untuk membicarakan kondisi perusahaan. Ia mencoba memberikan semangat kepada karyawan dengan menyampaikan rekam jejak Embraer.

“Sejarah kita dipenuhi dengan masa-masa sulit dan kita telah mengatasi semuanya,” ucapnya kepada 20 ribu staf Embraer.

Meski begitu, Embraer juga harus meghadapai kebijakan lockdown (karantina wilayah) dan isolasi di banyak negara. Di sisi lain, rival Embraer, Bombardier, telah melakukan kerja sama dengan produsen pesawat yang juga menjadi rival Boeing, Airbus.

Konsultan Tael Group Richard Aboulafia mengatakan, kondisi tersebut dapat memberikan dampak besar pada Embraer. “Sulit untuk menekan supplier Anda ketika volume yang Anda tawarkan hanya sebagian kecil dari pesaing Anda,” tuturnya.

Fokus utama Embraer sekarang adalah meyakinkan investor. Oleh karena itu, perusahaan berjanji melakukan penghematan biaya dan memastikan masih ada likuiditas keuangan yang solid.

Embraer yang merupakan mantan perusahaan milik pemerintahan Brasil tidak meminta bailout, namun tidak menampik bahwa opsi tersebut terbuka untuk ‘pelengkap’ sumber pembiayaan. Embraer bersama perusahaan Brasil lain, termasuk maskapai penerbangan dan produsen mobil, untuk memperjuangkannya.

Sejauh ini, Embraer memiliki dua rencana untuk investor yang kini perlahan menghilang. Pertama, perusahaan akan membayar dividen USD1,6 miliar dari penjualan. Kedua, perusahaan akan menerima uang tunai cukup untuk menghapus utang dan meremajakan unit pertahanan serta jet eksekutif. (DP)

Share :
You might also like