Imbas Corona, 14.500 Karyawan Boeing di PHK

Jakarta, airmagz.com – Boeing telah memutuskan untuk mengurangi tenaga kerjanya sebesar 10%. Pesawat komersial, bisnis jasa, dan fungsi perusahaan siap kehilangan 15% dari tenaga kerja mereka dalam waktu dekat. Berita buruk itu diberikan kepada karyawan Boeing melalui email kemarin, Rabu, 29 April.

“Kami telah mulai mengambil tindakan untuk menurunkan jumlah karyawan kami sekitar 10% melalui kombinasi PHK sukarela, pergantian alami, dan PHK tidak wajib sebagaimana diperlukan,” kata CEO Boeing, Dave Calhoun dalam email, dikutip dari simpleflying.com, Kamis (30/4).

Keputusan dikaitkan dengan penurunan permintaan perjalanan. Reuters menyebut alasannya sebagai penurunan permintaan perjalanan karena pandemi. Email tersebut merupakan pertanda lain bahwa pabrikan pesawat terkemuka akan beralih ke mode bertahan hidup untuk mengatasi dampak pandemi.

Tantangan Boeing akan bertahan lama setelah pandemi mereda. Dengan sekitar setengah dari pesawat Boeing tidak beroperasi di bandara di seluruh dunia, pabrikan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meningkatkan permintaan lagi.

Pandemi mengubah industri, menurut CEO Boeing akan melihat tahun-tahun pengurangan pendapatan untuk Boeing, sebuah bisnis padat uang yang menghabiskan 4,7 miliar USD dalam bentuk tunai pada kuartal terakhir.

“Tim, pandemi global telah mengubah cara kita hidup dan bekerja. Ini mengubah industri kami. Kami menghadapi tantangan yang benar-benar tidak terduga,” kata CEO Boeing kepada karyawannya kemarin.

Dalam emailnya, Mr Calhoun menjelaskan apa yang dilakukan Boeing untuk mengurangi penurunan tersebut. Tetapi industri dan bisnis berada di bawah tekanan akut. Pabrikan pesawat memiliki sekitar 145.000 karyawan. Itu berarti 14.500 karyawan Boeing kehilangan pekerjaan.

“Berita ini merupakan pukulan selama masa yang sudah sulit. Saya menyesal dampak ini akan berdampak pada banyak dari Anda. Saya sungguh berharap ada cara lain. Ketahuilah bahwa kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk meminimalkan dampak itu, dan saat kami mengambil langkah-langkah ini, kami akan seadil dan setransparan mungkin – dan benar-benar jujur ​​dan penuh hormat,” pungkas Dave. (IH)

Share :
You might also like