Kurangi Kerugian, Garuda Potong Gaji Karyawannya

Jakarta, airmagz.com – Sebagian besar aramada Garuda Indonesia tidak beroperasi akibat penutupan sementara penerbangan domestik di wilayah PSBB.

Direktur Garuda Irfan Setiaputra mengatakan jumlah perjalanan udara akan terus menurun pada bulan Mei, tepat saat liburan Idul Fitri dirayakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Untuk mengurangi kerugian, Garuda dan stafnya telah menyetujui penundaan gaji dan pemotongan untuk setidaknya 25.000 pekerja.

“Kami akan melakukan pemotongan gaji dan penundaan pembayaran di semua tingkatan. Insentif dan tunjangan tahunan akan mengalami pemotongan juga. Tetapi kami akan tetap membayar THR, meskipun Menteri Badan Usaha Milik Negara telah memerintahkan penghentian pembayaran bonus untuk direksi dan komisaris, “kata Irfan, dalam teleconferensi dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Rabu, (29/4).

Menurut Irfan, keputusan Arab Saudi untuk menangguhkan umrah ke Mekah, adalah yang paling merugikan maskapai ini.

Garuda bahkan harus mengirim pesawat kosong ke Mekah untuk menjemput Muslim Indonesia yang sudah menyelesaikan umrah mereka.

“Kami harus mengirim sepuluh penerbangan kosong ke Mekah untuk menjemput jemaah haji,” ujarnya.

Saat ini, Garuda hanya mengoperasikan 26 pesawat kargo domestik dan internasional secara teratur.

Maskapai terus terbang ke Belanda, Jepang, Korea Selatan dan Australia karena larangan mudik tidak berlaku pada penerbangan internasional selama bulan puasa Ramadhan dan liburan Idul Fitri.

“Penerbangan internasional diawasi dengan ketat sehingga mereka selalu mematuhi pembatasan pandemi di berbagai negara,” tutup Irfan. (IH)

Share :
You might also like