Airbus Prediksi Bisnis Penerbangan akan Pulih 3-5 Tahun Mendatang

Jakarta, airmagz.com – Merebaknya virus corona (Covid-19) ke seluruh dunia menjadikan momok bagi industri penerbangan. Produsen pesawat terbang asal Eropa, Airbus, memprediksi bahwa industri penerbangan membutuhkan waktu lima tahun hingga kondisi ekonomi kembali normal.

Dilansir dari Guardian pada Rabu (29/4), Kepala Eksekutif Airbus, Guillaume Faury menyebut bahwa tahun ini merupakan momen krisis terparah yang pernah dialami oleh pelaku bisnis penerbangan. Ia juga menambahkan bahwa penumpang membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima tahun lagi untuk terbang normal seperti sebelum masa pandemi.

Airbus sendiri melaporkan kerugian sebesar 481 juta euro atau sekitar Rp 7,9 triliun pada kuartal pertama. Dilansir Clickorlando, kondisi ini membuat ribuan pekerja terpaksa dirumahkan tanpa upah dan harus meminjam miliaran euro agar bisa selamat dari krisis akibat COVID-19.

Keuntungan inti Airbus menurun hingga 49 persen pada kuartal pertama dan pendapatannya merosot menjadi 10,6 miliar euro atau sekitar Rp 174 triliun. CEO Airbus mengatakan bahwa kondisi tersebut masih berada pada tahap awal.

Airbus sendiri telah menangguhkan dividennya, memangkas sepertiga kegiatan produksi dan ribuan staf di beberapa lokasi utama. Termasuk lebih dari 3 ribu karyawan di pabrik pembuatan sayap pesawat yang berada di Broughton, Wales Utara.

Tiga bulan pertama tahun 2020, Airbus tak dapat mengirimkan lebih dari 60 pesawat pesanan pada langganannya karena pembatasan wilayah dan karantina. Diperkirakan angka itu akan meningkat karena ada banyak maskapai melakukan penundaan pemesanan untuk meringankan beban keuangan. Airbus juga mengurangi dana untuk penelitian dan pengembangan. (DP)

Share :
You might also like