Sri Mulyani Beberkan Kerugian Industri Penerbangan di Indonesia

Jakarta, airmagz.com – Pandemi corona menjadi momok bagi industri dirgantara di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan (Menkeu) RI mengatakan, bisnis penerbangan merosot tajam akibat fenomena corona (Covid-19).

“Tadi pagi yang disampaikan dalam sidang kabinet, dari 79 ribu penerbangan di Indonesia sekarang tinggal 70 penerbangan,” ujar Menkeu dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat melalui konferensi video di Jakarta, Senin (4/5).

Dalam rinciannya, Sri Mulyani mengungkapkan, sebanyak 12.703 penerbangan domestik dan internasional di 15 bandara yang terdapat di Indonesia dibatalkan sepanjang periode Januari-Februari. Ia menambahkan, sekiranya kerugian yang didapat dalam periode tersebut mencapai Rp207 miliar.

Di sisi lain, Menkeu menjelaskan bahwa kerugian sektor penerbangan ini terjadi di seluruh dunia. Sekitar 240 ribu penerbangan di dunia dibatalkan dalam periode 23 Januari hingga 18 Februari 2020. Ia melanjutkan, potensi penerbangan yang hilang pada tahun ini mencapai USD314 miliar atau setara Rp4.700 triliun.

“Sehingga 25 juta pekerjaan yang berkaitan dengan industri penerbangan di seluruh dunia akan terdampak pandemi,” katanya.

Dengan memburuknya aktivitas industri penerbangan, Sri Mulyani menyebut sekitar 50 juta orang akan kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata. Sektor ini diperkirakan menyusut hingga 25% di tahun 2020. Selain itu, Sri Mulyani menuturksan potensi kerugian global akibat Covid-19 sebesar US$9 triliun atau setara dengan Rp134 ribu triliun pada 2020-2021.

“Ini hampir 9 kali lipat dari GDP Indonesia,” ujarnya. (DP)

Share :
You might also like